Kylian Mbappe Dihina Rasis Anggota Parlemen Paraguay, Presiden Macron Turun Tangan

Kylian Mbappe Dihina Rasis Anggota Parlemen Paraguay, Presiden Macron Turun Tangan

Terkini | inews | Selasa, 7 Juli 2026 - 20:10
share

PARIS, iNews.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan dukungan penuh kepada Kylian Mbappe setelah sang kapten timnas menjadi sasaran hinaan bernada rasis dari anggota parlemen Paraguay, Celeste Amarilla. Macron menegaskan rasisme harus dilawan karena bertentangan dengan nilai-nilai martabat, rasa hormat, dan persaudaraan.

Melalui akun media sosial X, Macron memuji Mbappe yang dinilainya kembali mencetak "gol", kali ini dalam perjuangan melawan rasisme.

"Gol lainnya oleh Kylian Mbappé. Kali ini dia melawan rasisme. Segenap dukungan dari saya. Ketika kata-kata mencemarkan nama baik, nilai-nilai akan merespons: Martabat, rasa hormat, persaudaraan," tulis Macron, di media sosial X, dikutip Selasa (7/7/2026).

Kantor Presiden Prancis juga mengungkapkan, Presiden Paraguay telah mengirim surat kepada Macron untuk menyampaikan dukungan kepada Mbappe sekaligus mengutuk pernyataan kontroversial Amarilla.

Kontroversi bermula setelah Prancis menyingkirkan Paraguay dengan skor 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/7/2026). Gol tunggal kemenangan Les Bleus dicetak Mbappe melalui tendangan penalti dalam pertandingan di Stadion Philadelphia.

Usai laga, Amarilla mengunggah komentar bernada rasis di media sosial X. Dia menyebut Mbappe sebagai "orang Kamerun terjajah, yang mati-matian berusaha menyamar sebagai orang Prancis". Amarilla juga menghina Mbappe sebagai "orang kasar" yang belum bisa menulis serta mengatakan para pemain Paraguay seharusnya menampar sang penyerang.

Mbappe kemudian membalas pernyataan tersebut dengan keras. Dia menyebut Amarilla sebagai sosok yang tidak layak menjadi anggota parlemen.

"Ibu Celeste Amarilla, Anda adalah wanita hina dan tidak layak menduduki jabatan ini. Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi," tulis Mbappe di akun X.

Mbappe juga menilai komentar Amarilla telah mencoreng nama Paraguay dan mengaburkan pencapaian tim nasional negara tersebut di Piala Dunia 2026.

"Melalui kecerobohan dan rasisme Anda yang terang-terangan, seluruh dunia telah melupakan perjalanan dan upaya bersejarah yang dilakukan para pemain Anda selama Piala Dunia ini, memberi jalan bagi seorang wanita yang tidak kompeten memberikan citra terburuk bagi negaranya," lanjutnya.

Striker berusia 27 tahun itu menegaskan tidak akan membiarkan siapa pun menyebarkan kebencian dan rasisme tanpa perlawanan.

Topik Menarik