Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar Orang, Transisi Pemerintahan Tetap Damai

Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar Orang, Transisi Pemerintahan Tetap Damai

Terkini | inews | Rabu, 8 Juli 2026 - 08:03
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keberhasilan India sebagai negara demokrasi dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Dia mengatakan stabilitas pemerintahan India berhasil terjaga di tengah keberagaman.

“Kami melihat India, sebuah negara berpenduduk 1,4 miliar orang, banyak, banyak kelompok etnis seperti kami, banyak bahasa regional yang berbeda, tetapi mengelola begitu banyak tahun transisi pemerintahan yang damai di banyak negara bagian, dan di Uni India itu sendiri,” kata Prabowo dalam sambutannya saat menghadiri acara Indian Community Reception yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam.

Prabowo menyebut hal itu merupakan pencapaian luar biasa. Dia mengakui belajar dari sistem demokrasi India.

“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Indonesia, saya sendiri juga mempelajari ini dan mengikuti pencapaian luar biasa dari India,” ucap dia.

Pencapaian ini, menurut Prabowo, mesti dijadikan pelajaran untuk Indonesia dalam menerapkan demokrasi yang lebih baik.

“Yang penting adalah, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India,” jelas dia.

Prabowo memuji sistem demokrasi India. Meski berpenduduk miliaran orang, kata dia, India tetap bisa menjaga stabilitas pemerintahannya.

"Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Itu tidak mudah. Terkadang itu sangat berantakan. Tapi saya pikir kita setuju bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas," tutur dia.

Menurutnya, demokrasi tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari ancaman hingga upaya sejumlah pihak yang ingin melemahkan sistem tersebut. Namun, Prabowo menegaskan tantangan tersebut tidak mengurangi komitmen untuk terus menjaga dan mempertahankan demokrasi.

"Ada bahaya-bahaya dalam demokrasi. Ada jebakan. Ada rintangan. Ada orang yang ingin membajak demokrasi,” ujarnya.

“Tapi kita tidak bisa menyerah. Kita harus percaya pada demokrasi dan kita harus berusaha untuk mempertahankan demokrasi. Ini adalah cara terbaik dari semua sistem yang telah kami coba, yang telah dicoba oleh peradaban manusia," sambungnya.

Topik Menarik