Granit Xhaka Tolak Chelsea, Pilih Bertahan di Sunderland demi Misi Ukir Sejarah

Granit Xhaka Tolak Chelsea, Pilih Bertahan di Sunderland demi Misi Ukir Sejarah

Olahraga | inews | Rabu, 8 Juli 2026 - 21:21
share

SUNDERLAND, iNews.id – Granit Xhaka memastikan dirinya tetap bertahan di Sunderland untuk musim depan setelah sempat menjadi incaran Chelsea. Gelandang berusia 33 tahun itu memilih melanjutkan perjalanan bersama The Black Cats karena merasa klub tersebut sudah menjadi rumah bagi dirinya dan keluarga.

Keputusan Xhaka mengakhiri spekulasi masa depannya setelah sebelumnya muncul peluang reuni dengan mantan pelatihnya di Bayer Leverkusen, Xabi Alonso, yang kini menangani Chelsea. Namun, setelah melakukan pembicaraan dengan manajemen Sunderland, dia akhirnya memilih bertahan.

Chelsea sebelumnya menunjukkan ketertarikan serius kepada Xhaka. The Blues bahkan telah mengajukan tawaran awal senilai 8 juta poundsterling atau sekitar Rp192 miliar, tetapi Sunderland menolak dan menegaskan tidak ingin kehilangan pemain andalannya.

Xhaka sempat membuka peluang untuk kembali bekerja bersama Alonso. Namun, komitmennya kepada Sunderland semakin kuat setelah berbicara langsung dengan pihak klub. Dia kemudian menyampaikan keputusan tersebut kepada Alonso pada akhir pekan lalu.

Sunderland juga sempat memberikan isyarat mengenai masa depan Xhaka melalui unggahan media sosial. Klub mengunggah referensi lagu dukungan suporter bertajuk “We’ve got Granit Xhaka” yang kemudian dibagikan kembali oleh sang pemain.

Meski begitu, pernyataan terbaru Xhaka menjadi kali pertama dia berbicara langsung mengenai keputusan bertahan di Sunderland.


Xhaka Ingin Buat Sejarah bersama Sunderland

Xhaka mengungkapkan alasannya tetap bertahan saat diwawancarai DAZN setelah Swiss memastikan tiket perempat final Piala Dunia 2026 melalui kemenangan adu penalti atas Kolombia.

“Sunderland sudah menjadi rumah saya sejak hari pertama. Kami semua sangat bahagia. Saya memutuskan untuk tetap bertahan di tempat saya sekarang, keluarga adalah hal yang paling penting. Saya siap membuat sejarah bersama mereka,” ujar Xhaka, dikutip dari Sunderland Echo.

Keputusan tersebut menjadi kabar besar bagi Sunderland yang ingin membangun tim lebih kuat. Pengalaman Xhaka sebagai pemain dengan karier panjang di Arsenal, Bayer Leverkusen, dan Timnas Swiss dianggap menjadi aset penting bagi klub.

Selain fokus bersama Sunderland, Xhaka juga tengah menikmati perjalanan luar biasa bersama Timnas Swiss di Piala Dunia 2026. Swiss berhasil mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.

Swiss selanjutnya akan menghadapi Argentina pada babak delapan besar untuk memperebutkan tiket menuju semifinal.

“Ini luar biasa. Kami tahu arti penting Piala Dunia. Kami menciptakan kesempatan ini untuk diri kami sendiri. Banyak tim kalah melalui adu penalti. Hari ini adalah hari yang spesial bagi kami semua, dan semuanya belum benar-benar terasa,” kata Xhaka.

Xhaka juga menilai pengalaman panjangnya di sepak bola membantu dirinya terus berkembang.

“Saya terus menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. Saya memiliki banyak pengalaman bersama rekan setim, pelatih, dan dukungan dari orang-orang yang saya cintai. Semua itu membuat saya bahagia,” tuturnya.

Dengan keputusan bertahan ini, Sunderland berhasil mempertahankan salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad mereka. Xhaka kini menatap musim baru dengan ambisi membawa klub mencatat sejarah baru.

Topik Menarik