Ruben Amorim Akui Banyak Salah di MU: Saya Minta Maaf kepada Fans!
MANCHESTER, iNews.id – Manchester United menjadi pengalaman sulit bagi Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu akhirnya buka suara mengenai kegagalannya di Old Trafford dan mengakui dirinya melakukan banyak kesalahan selama menangani MU.
Amorim meminta maaf kepada para pendukung MU karena tidak sempat menyampaikan pesan secara langsung setelah meninggalkan klub pada Januari lalu. Dia mengakui keputusan tersebut menjadi salah satu penyesalan setelah perjalanan singkatnya bersama Setan Merah.
Pernyataan tersebut disampaikan Amorim saat diperkenalkan sebagai pelatih baru AC Milan. Setelah enam bulan tanpa memberikan komentar publik sejak meninggalkan MU, dia akhirnya menceritakan pengalaman pahitnya selama berada di Inggris.
"Sulit untuk menjelaskan kesalahan-kesalahan tersebut. Sulit untuk memberi tahu Anda setiap kesalahan, tetapi saya belajar banyak," ujar Amorim dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih AC Milan, dikutip dari Fotmob.
Real Madrid Kepincut Enzo Fernandez, tapi Bernardo Silva Bikin Rencana Transfer Makin Rumit
"Saya melakukan beberapa kesalahan. Saya tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan sesuatu kepada para penggemar Manchester United saat itu, dan saya meminta maaf untuk itu. Saya sangat bangga pernah menjadi pelatih mereka selama satu tahun, tetapi sekarang ini adalah cerita yang berbeda," lanjutnya.
Formasi hingga Komunikasi Jadi Sorotan
Perjalanan Amorim bersama MU berakhir dengan catatan mengecewakan. Dia membawa klub mencatat finis terburuk sepanjang sejarah Premier League, gagal meraih trofi Liga Europa setelah kalah dari Tottenham Hotspur di final, serta tersingkir dari Piala Liga Inggris oleh klub divisi empat Grimsby Town.
Salah satu keputusan yang paling banyak dikritik adalah keputusannya mempertahankan formasi 3-4-2-1 yang sebelumnya sukses saat dia menangani Sporting Lisbon. Namun, skema tersebut dinilai tidak sesuai dengan karakter pemain yang dimiliki MU.
Amorim sempat bersikeras mempertahankan sistem tersebut meski mendapat tekanan dari berbagai pihak. Dia baru mengubah pendekatan taktik saat menghadapi Newcastle United setelah periode Natal, dan perubahan itu langsung membantu MU meraih kemenangan.
Namun, keputusan tersebut dianggap terlambat. Amorim kemudian menjelaskan dirinya tidak ingin mengubah sistem hanya karena tekanan dari media.
"Ketika kalian (jurnalis) terus berbicara tentang perubahan sistem, saya tidak bisa mengubahnya karena para pemain akan memahami saya berubah karena kalian," ujar Amorim ketika masih menangani MU.
Gaya komunikasi Amorim juga menjadi salah satu faktor yang mendapat sorotan selama berada di Old Trafford. Pelatih yang pernah dijuluki "Sang Penyair" oleh Cristiano Ronaldo itu beberapa kali membuat pernyataan keras terhadap pemain maupun timnya sendiri.
Pendekatan tersebut membuat hubungan dengan sejumlah pemain ikut menjadi perhatian. Marcus Rashford dan Kobbie Mainoo menjadi dua nama yang sempat berada dalam sorotan selama periode kepemimpinan Amorim.
Amorim Akui Ada Banyak Hal yang Harus Diperbaiki
Amorim menyadari masih banyak hal yang bisa dia lakukan lebih baik saat menjadi pelatih MU. Namun, dia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Jadwal Lengkap Persib di ASEAN Club Championship 2026-2027: Grup Neraka Menanti Maung Bandung!
"Ada banyak hal yang bisa saya lakukan lebih baik pada pengalaman terakhir. Tetapi terkadang memang seperti itu. Anda harus belajar menemukan posisi yang tepat untuk mencapai level berbeda," kata Amorim.
Salah satu keputusan yang dinilai menjadi titik penting adalah ketika dia menerima pekerjaan di MU pada pertengahan musim 2024-2025. Sebelum mendapat tawaran dari klub Inggris tersebut, Amorim sedang menikmati periode sukses bersama Sporting.
Dia sebelumnya ingin bergabung pada akhir musim, tetapi situasi membuat MU meminta keputusan lebih cepat. Amorim akhirnya mengambil pekerjaan tersebut meski harus melakukan perubahan besar dalam waktu singkat.
Selain masalah waktu kedatangan, Amorim juga merasa ada perbedaan pemahaman mengenai perannya di klub. Dia melihat dirinya sebagai seorang "manajer" yang memiliki pengaruh lebih luas, bukan hanya pelatih yang bertanggung jawab terhadap strategi pertandingan.
Namun, MU memperkenalkannya sebagai "head coach" atau pelatih kepala. Perbedaan pandangan mengenai peran tersebut kemudian menjadi salah satu tantangan selama masa kepemimpinannya.
Kini, Amorim membuka babak baru bersama AC Milan. Pengalaman sulit di MU menjadi pelajaran penting bagi dia untuk membangun kembali reputasi sebagai salah satu pelatih muda berbakat di Eropa.










