Sudah Cetak 14 Gol di Piala Dunia 2026, Deschamps Masih Desak Prancis Lebih Buas saat Hadapi Maroko
NEW YORK, iNews.id – Timnas Prancis datang ke perempat final Piala Dunia 2026 melawan Maroko dengan status sebagai salah satu tim paling produktif di turnamen. Namun pelatih Didier Deschamps justru meminta Les Bleus tampil lebih tajam dan lebih efisien di depan gawang.
Prancis saat ini menjadi tim tersubur bersama Argentina dengan koleksi 14 gol sepanjang Piala Dunia 2026. Catatan tersebut membuat Les Bleus semakin dijagokan untuk mengangkat trofi juara dunia.
Berdasarkan prediksi superkomputer Opta, peluang Prancis menjadi juara mencapai 27 persen, tertinggi dibanding peserta lain yang masih bertahan di turnamen.
Selain produktif dalam mencetak gol, Prancis juga mencatatkan 88 tembakan sepanjang turnamen, menjadi tim dengan jumlah percobaan terbanyak keempat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 tembakan tepat sasaran, terbanyak dibanding seluruh peserta Piala Dunia 2026.
Deschamps Ingin Prancis Lebih Efisien
Meski memiliki statistik mengesankan, Deschamps menilai masih ada ruang perbaikan di sektor serangan, terutama dalam memaksimalkan peluang yang tercipta.
"Kami harus efisien dalam menyerang," kata Deschamps dalam konferensi pers, dikutip dari FotMob, Kamis (9/7/2026).
"Di semua area permainan, kedua tim memiliki kekuatan masing-masing."
Pelatih berusia 57 tahun itu menilai efektivitas jauh lebih penting dibanding jumlah peluang yang berhasil diciptakan sepanjang pertandingan.
"Kami memang cukup efisien, tetapi kami sebenarnya bisa tampil lebih baik dalam aspek itu. Terkadang Anda memiliki enam peluang dan hanya mencetak dua gol, tetapi di kesempatan lain Anda hanya memiliki dua peluang dan mampu mencetak dua gol. Yang terpenting adalah efisiensi," ujarnya.
Kejar Rekor dan Trofi Ketiga
Laga melawan Maroko juga berpotensi menjadi pertandingan ke-25 Deschamps sebagai pelatih di ajang Piala Dunia. Jumlah tersebut menyamai rekor milik Helmut Schon yang memimpin timnya dalam 25 pertandingan Piala Dunia pada periode 1966 hingga 1978.
Deschamps bahkan sudah mengoleksi 19 kemenangan di Piala Dunia bersama Prancis, jumlah terbanyak yang pernah diraih seorang pelatih dalam sejarah kompetisi tersebut.
Pelatih yang akan meninggalkan kursi pelatih Prancis setelah Piala Dunia 2026 berakhir itu juga menepis anggapan laga melawan Maroko bisa menjadi pertandingan terakhirnya bersama Les Bleus.
"Saya sama sekali tidak memikirkan hal itu, karena pertandingan sebelumnya juga bisa saja menjadi yang terakhir," katanya.
"Dalam pikiran saya dan staf pelatih, tujuan kami adalah melakukan segala hal yang diperlukan agar semuanya berjalan sebaik mungkin. Saat ini saya hanya fokus menghadapi Timnas Maroko dan sepenuhnya berkonsentrasi pada pertandingan ini agar hasilnya sesuai harapan kami," tambahnya.
Di sisi lain, Deschamps juga mengungkapkan FIFA menolak banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Prancis terkait kartu kuning Michael Olise saat menghadapi Paraguay pada babak 16 besar.
Olise menerima kartu kuning usai terlibat insiden dengan Matias Galarza yang terjatuh sambil memegangi wajahnya, meski tayangan ulang menunjukkan pemain Prancis tersebut hanya menarik bajunya.
Keputusan FIFA membuat kartu kuning Olise tetap berlaku. Kondisi itu membuat pemain tersebut terancam absen pada semifinal apabila kembali menerima kartu saat menghadapi Maroko dan Prancis berhasil lolos ke empat besar.
"Tidak ada perubahan terkait kartu kuning Olise," kata Deschamps.
"Kami menerima keputusan dari FIFA pada Rabu yang menyatakan kartu kuning Olise tetap berlaku.”









