Bulog Siap Luncurkan Beras SPHP Premium untuk Tekan Kenaikan Harga 

Bulog Siap Luncurkan Beras SPHP Premium untuk Tekan Kenaikan Harga 

Terkini | inews | Senin, 13 Juli 2026 - 04:05
share

JAKARTA, iNews.id - Perum Bulog menyiapkan terobosan baru untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Selain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kategori medium, Bulog merencanakan peluncuran beras SPHP premium sebagai instrumen operasi pasar untuk meredam kenaikan harga beras dengan jenis yang sama.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pertanian dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan kebijakan selanjutnya.

"Untuk kenaikan harga beras premium ini kami juga adakan beras SPHP premium jadi bukan hanya beras SPHP medium, tapi kami juga coba munculkan launching beras SPHP premium," ujar Ahmad dalam keterangannya dikutip, Minggu (12/8/2026).

Rizal menambahkan, selama ini operasi pasar menggunakan beras SPHP medium dinilai kurang efektif untuk menekan harga beras premium yang mengalami kenaikan. Karena itu, Bulog menyiapkan konsep beras SPHP premium agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.

"Kenapa setiap ada kenaikan harga beras premium kalau kita banjiri dengan beras SPHP medium itu tidak mengena, jadi harus dilaksanakan operasi pasar dengan beras SPHP premium juga oleh karena itu kami kemarin sudah membuat konsep beras SPHP premium ini untuk menurunkan harga-harga beras SPHP yang agak meningkat selama ini," tuturnya.

Namun, dia belum dapat mengungkap berapa besaran harga jual beras SPHP premium karena rencana ini masih menunggu pembahasan dan keputusan dalam rapat koordinasi terbatas pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait.

Menurutnya, pemerintah akan mempertimbangkan harga eceran tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram (kg) sebagai salah satu acuan dalam menetapkan kebijakan harga program tersebut.

Selain harga, pemerintah juga akan menghitung biaya produksi beras premium agar kebijakan yang dihasilkan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha. 

Bulog juga belum menetapkan besaran alokasi beras SPHP premium karena volume penyaluran akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan permintaan di lapangan.

"Nanti hasilnya setelah Rakortas," kata dia.

Topik Menarik