Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Adalah Malaikat Pelindung

Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Adalah Malaikat Pelindung

Terkini | inews | Selasa, 14 Juli 2026 - 07:01
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negaranya kemungkinan akan mengambil alih pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz. Trump bahkan menyebut AS akan menjadi "malaikat pelindung" bagi jalur perairan strategis tersebut dan meminta bayaran dari negara-negara lain sebagai imbalan atas pengamanan yang diberikan.

Menurut Trump, AS akan menjaga keamanan Selat Hormuz sekaligus mengendalikan operasionalnya. Sebagai kompensasi, Washington ingin negara-negara yang menikmati manfaat dari jalur pelayaran tersebut membayar biaya pengamanan.

“Kita akan menjadi penjaga selat itu. Mungkin kita akan disebut malaikat pelindung selat itu,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Selasa (14/7/2026).

Trump kembali menegaskan, AS akan menjaga Selat Hormuz demi kelancaran pelayaran internasional. Menurut dia, negara-negara lain yang sangat bergantung pada jalur tersebut memiliki kemampuan untuk membayar biaya pengamanan.

“Kita akan menjaganya. Kita akan dibayar untuk menjaganya, dalam jumlah uang yang besar,” ujarnya.

Dia menambahkan, AS berhak mendapat penggantian biaya karena telah menempatkan personel militernya dalam situasi berbahaya. Trump juga mengklaim banyak negara berada di pihak AS dan akan mendukung langkah tersebut.

“Kita tidak bisa melakukan itu tanpa imbalan,” katanya.

Pernyataan Trump disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang menjadi salah satu medan utama konflik antara AS dan Iran. Blokade efektif yang dilakukan Iran di jalur tersebut telah memicu lonjakan harga energi dunia sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada 11 Juli setelah menuding sejumlah kapal melintas tanpa izin. Sehari kemudian, Teheran menegaskan jalur perairan itu tetap ditutup sepenuhnya hingga situasi dinilai kembali aman dan stabil.

Trump juga mengulangi tuduhannya bahwa Iran lebih dulu melanggar nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker dan kapal kargo.

“Kita sudah membuat kesepakatan. Itu sudah disepakati, kemudian mereka melanggarnya. Mereka selalu melanggarnya. Kita sudah membuat 10 kesepakatan dengan orang-orang ini. Jadi kita akan menghukum mereka dengan sangat keras,” ujar Trump.

Sementara itu, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan satu-satunya cara memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz adalah menghentikan intervensi militer AS. IRGC juga memperingatkan bahwa campur tangan Washington yang terus berlanjut dapat memicu insiden yang lebih besar dan mengganggu sektor minyak serta gas global.

Topik Menarik