Perdana! Selandia Baru Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1

Perdana! Selandia Baru Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1

Terkini | inews | Rabu, 15 Juli 2026 - 12:40
share

WELLINGTON, iNews.id – Selandia Baru untuk pertama kalinya mengonfirmasi temuan virus flu burung H5N1 di wilayahnya. Kasus perdana ini terdeteksi pada seekor burung laut migran jenis brown skua yang ditemukan di pantai dekat Wellington, ibu kota negara tersebut.

Menteri Keamanan Hayati Selandia Baru, Andrew Hoggard, mengumumkan temuan tersebut pada Selasa (15/7/2026). Penemuan ini menjadi tonggak penting karena selama ini Selandia Baru termasuk salah satu negara yang belum pernah mencatat keberadaan virus H5N1.

Kasus ini muncul hanya beberapa minggu setelah virus H5N1 terdeteksi di Australia pada Juni lalu. Dengan temuan di Selandia Baru, virus tersebut kini telah teridentifikasi di seluruh benua yang sebelumnya masih bebas dari penyebaran H5N1.

Meski demikian, pemerintah Selandia Baru menegaskan belum ada indikasi penyebaran virus secara luas di dalam negeri.

"Tidak ada bukti adanya kematian massal pada satwa liar maupun penularan antarsesama burung liar di Selandia Baru. Hingga saat ini juga belum ditemukan kasus pada unggas," kata Hoggard dalam pernyataan resminya, dikutip dari The Straits Times, Rabu (15/7/2026).

Selama beberapa tahun terakhir, Selandia Baru sebenarnya telah bersiap menghadapi kemungkinan masuknya virus H5N1. Pemerintah bekerja sama dengan industri perunggasan untuk menyusun berbagai langkah biosekuriti dan strategi mitigasi guna melindungi sektor peternakan.

Hoggard memperkirakan pola penyebaran di Selandia Baru kemungkinan akan menyerupai Australia. Hingga 15 Juli, Australia telah melaporkan 14 kasus flu burung H5 yang terkonfirmasi maupun diduga positif.

Sebagai langkah antisipasi, otoritas kesehatan Selandia Baru juga mulai menjalankan program vaksinasi terhadap 300 indukan burung dari lima spesies burung paling terancam punah di negara tersebut. Program ini bertujuan melindungi populasi satwa langka apabila penyebaran virus semakin meluas.

Virus H5N1 telah menyebar secara global sejak 2021. Wabah ini menyebabkan kematian jutaan burung liar, menginfeksi peternakan unggas dan sapi perah di berbagai negara, serta menimbulkan sejumlah kasus infeksi pada pekerja peternakan.

Meski kasus pertama di Selandia Baru baru ditemukan pada seekor burung liar migran, otoritas setempat memastikan pemantauan akan terus diperketat untuk mencegah virus menyebar ke populasi unggas maupun satwa liar lainnya.

Topik Menarik