Trump Tiba-Tiba Berterima Kasih kepada Iran saat 2 Negara Sedang Perang, Ada Apa?
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berterima kasih kepada Iran karena membebaskan seorang warga AS yang ditahan sejak Desember 2024. Tahanan perempuan tersebut telah diperbolehkan keluar dari Iran.
“Dia sekarang aman di luar Iran, dalam kondisi baik,” tulis Trump, di platform media soaial Truth Social, dikutip Kamis (16/7/2026).
“Amerika Serikat mengapresiasi niat baik ini dari Iran,” katanya, lagi.
Trump tidak menyebut nama perempuan itu, termasuk alasan mengapa dia ditahan. Dia hanya mengatakan, perempuan itu ditahan secara tidak sah.
Beberapa lama kemudian, pria bernama Jared Genser yang mengaku sebagai pengacara tahanan tersebut, merespons pernyataan Trump dengan menyebut nama kliennya adalah Dena Karari.
“Saya sangat senang menyampaikan, klien saya Dena Karari, warga keturunan AS-Iran, yang telah terjebak di Iran dengan tuduhan palsu berkolaborasi dengan negara musuh dan spionase, telah keluar dengan aman dari Iran,” kata Genser, seraya menambahkan kliennya dalam perjalanan pulang ke AS.
Dia menjelaskan aktivitas Karari, yakni mendirikan lembaga nirlaba, Yayasan Children of Mehr, untuk membantu anak-anak miskin di Iran dengan merogoh kocek pribadi.
“Saat dikenai larangan keluar, dia diinterogasi puluhan kali oleh Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran yang terkenal kejam. Neski tidak pernah ditahan secara fisik, dia menderita gangguan fisik dan psikologis luar biasa,” kata Genser.
Dia juga mendesak Iran untuk membebaskan seluruh warga AS yang dipenjara secara tidak sah, mereka yang dijatuhi larangan keluar, serta semua tahanan politik.
Pembebasan serta respons Trump itu terjadi di tengah pecahnya kembali konflik kedua negara. Bahkan pembebasan itu berlangsung di tengah aksi saling serang militer kedua negara.
Pada Mei, AS mengumumkan seorang warga Iran dengan status penduduk tetap AS, dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara 10 tahun.









