Polisi Ungkap Pemicu Bentrokan Maut di Menteng, Berawal dari Teguran Knalpot Bising

Polisi Ungkap Pemicu Bentrokan Maut di Menteng, Berawal dari Teguran Knalpot Bising

Terkini | inews | Senin, 27 Juli 2026 - 10:45
share

JAKARTA, iNews.id – Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap pemicu bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7/2026). Peristiwa tersebut diduga berawal dari teguran terhadap pengendara motor yang menggeber knalpot hingga merusak gerobak pedagang nasi uduk, bukan karena persoalan tidak membayar makanan seperti informasi yang beredar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dua orang pengendara motor melintas di depan gerobak nasi uduk sambil menggeber kendaraan hingga menimbulkan kebisingan dan berdampak merusak gerobak milik pedagang.

"Motif yang kami terima sementara, ada dua orang menggunakan kendaraan bermotor melintas di lokasi jualan nasi uduk. Karena menggeber-geber motornya hingga menimbulkan kebisingan dan gerobak terdampak rusak, mereka kemudian ditegur," kata Reynold.

Namun, teguran tersebut tidak diterima oleh kedua pengendara. Keduanya kemudian meninggalkan lokasi dan kembali bersama sekitar lima orang lainnya hingga memicu keributan.

"Mereka tidak terima ditegur, lalu kembali lagi bersama teman-temannya sekitar lima orang. Mereka kemudian membuat keributan, merusak sejumlah lapak UMKM, dan ada warga yang menjadi korban pemukulan," ujarnya.

Keributan kemudian meluas hingga ke kawasan Jalan Tambak dan berujung aksi bentrok antarwarga yang berujung saling lempar batu.

"Warga sekitar spontan melakukan pelemparan karena merasa lingkungan mereka terusik. Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan," ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, dua orang berinisial K dan DS dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah satu korban, K (23), dinyatakan meninggal dunia.

Polisi juga telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan, masing-masing berinisial S, T, dan AU. Ketiganya kini menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Menteng.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya saudara K. Saat ini tiga orang yang diduga melakukan penganiayaan telah diamankan dan sedang diperiksa untuk mengungkap secara utuh asal mula peristiwa tersebut," katanya.

Selain itu, penyidik juga memeriksa para korban, termasuk pedagang UMKM yang gerobaknya dirusak serta warga yang mengalami luka akibat bentrokan. Polisi menegaskan akan memproses hukum seluruh pihak yang terbukti terlibat, baik pelaku perusakan maupun penganiayaan.

Kapolres mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu bahwa bentrokan dipicu persoalan tidak membayar nasi uduk.

"Kami pastikan hingga malam ini situasi di lokasi sudah aman dan kondusif. Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," ujar Reynold.

Pengamanan di kawasan Tambak, Menteng, terus dilakukan oleh personel Polres Metro Jakarta Pusat bersama Kodim 0501/Jakarta Pusat untuk memastikan situasi tetap kondusif. 

Topik Menarik