Dokter Magang Tewas Loncat dari Lantai 18 Apartemen di Kalibata, Polisi Periksa Orang Terdekat
Konten dalam artikel ini membahas isu sensitif terkait bunuh diri. Jika Anda merasa tertekan secara emosional atau mengalami gejala depresi, segera hubungi psikolog, psikiater atau layanan konseling kesehatan jiwa terdekat.
JAKARTA, iNews.id - Polisi masih menyelidiki penyebab kematian seorang dokter magang berinisial SZM (24) yang ditemukan meninggal setelah terjatuh dari lantai 18 apartemen di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Motif di balik peristiwa tersebut belum bisa dipastikan.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur mengatakan penyidik belum meminta keterangan dari keluarga korban karena masih dalam suasana berkabung.
"Jadi, keterangan dari saksi, sampai saat ini kita belum bisa minta keterangan keluarga karena yang pasti sedang berduka. Jadi, belum ada informasi apa pun terkait motif karena tekanan pekerjaan, apa ada hal lainnya, itu sampai sekarang belum dapat penjelasan," ujar Mansur kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sebelum kejadian korban sempat diajak ibunya pergi ke pusat perbelanjaan. Namun, korban memilih tetap berada di apartemen.
Menurut Mansur, setelah orang tuanya pergi, korban mengunci pintu kamar dari dalam. Tak lama, korban diduga melompat dari jendela kamar di lantai 18 dan ditemukan meninggal di area bawah salah satu tower apartemen.
"Setelah orang tuanya pergi, pintu dikunci dari dalam oleh si korban. Terus, di situlah akhirnya si korban ini lompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya dari lantai 18," katanya.
Polisi berencana memeriksa keluarga dan orang-orang terdekat korban setelah proses pemakaman selesai. Selain itu, penyidik juga akan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum kejadian.
"Kita akan minta keterangan orang-orang dekatnya juga nanti, lalu CCTV. Jenazah korban sudah ada di RS Polri Kramat Jati untuk keperluan visum," ujar Mansur.








