Asosiasi PIDI-PIDGI Buka Suara usai Dokter Internship dr Siti Zahra Meninggal Dunia

Asosiasi PIDI-PIDGI Buka Suara usai Dokter Internship dr Siti Zahra Meninggal Dunia

Terkini | inews | Senin, 27 Juli 2026 - 17:55
share

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Perhimpunan Internsip Dokter Indonesia–Perhimpunan Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDI-PIDGI) akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait meninggalnya dokter internship RS Sentra Medika Cisalak, dr Siti Zahra Maghfira. 

Dalam pernyataan resminya, asosiasi PIDI-PIDGI menyampaikan duka mendalam sekaligus mengajak seluruh pihak untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya almarhumah.

Asosiasi PIDI-PIDGI menyebut kepergian dr Siti Zahra Maghfira, pun dr Muhamad Zulfikar Drakel, merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar peserta internship serta tenaga medis di Indonesia.

"Dengan duka yang mendalam, kami menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya dua rekan sejawat kami, dr. Muhamad Zulfikar Drakel, M.Res. dan dr. Siti Zahra Maghfira. Kepergian ini merupakan duka mendalam bagi keluarga besar peserta internsip serta seluruh tenaga medis dan kesehatan di seluruh Indonesia," demikian bunyi pernyataan resmi Asosiasi PIDI-PIDGI yang diterima iNews.id, Senin (27/7/2026).

Asosiasi menghormati proses yang sedang berlangsung, termasuk penyelidikan oleh pihak berwenang. Mereka juga meminta masyarakat menghargai privasi keluarga yang ditinggalkan.

Selain itu, PIDI-PIDGI mengimbau masyarakat maupun rekan sejawat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab meninggalnya dr Siti Zahra.

"Kami berharap seluruh pihak dapat mengedepankan fakta yang telah disampaikan secara resmi, tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi maupun spekulasi, serta menghormati privasi dan martabat almarhum beserta keluarga yang ditinggalkan," tulis asosiasi.

Asosiasi juga mengingatkan bahwa penyebab suatu peristiwa tidak dapat disimpulkan secara terburu-buru karena bisa dipengaruhi oleh banyak faktor.

"Kami menghimbau seluruh pihak untuk menahan diri dari segala bentuk spekulasi mengenai penyebab meninggalnya almarhum. Mengingat setiap peristiwa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, tidak pada tempatnya bagi siapapun untuk menarik kesimpulan secara prematur mendahului proses yang berwenang," lanjut pernyataan tersebut.

Di sisi lain, PIDI-PIDGI menilai peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat penyelenggaraan Program Internship Dokter dan Dokter Gigi Indonesia. Menurut mereka, evaluasi diperlukan bukan untuk mencari pihak yang bersalah, melainkan demi menciptakan sistem yang lebih aman dan berpihak pada keselamatan peserta.

"Asosiasi PIDI-PIDGI memandang momentum ini sebagai ruang berharga untuk saling melengkapi perspektif dan memperkuat penyelenggaraan Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia. Upaya ini bukan untuk mencari pihak yang dipersalahkan, melainkan untuk memastikan sistem yang semakin aman, responsif, dan berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan peserta," tulisnya.

Karena itu, PIDI-PIDGI mengajak Kementerian Kesehatan untuk duduk bersama membahas penguatan sistem penyelenggaraan program internsip, termasuk meningkatkan komunikasi antara seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Kementerian Kesehatan, Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) di tingkat provinsi, wahana pendidikan, pendamping, hingga peserta.

Asosiasi menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para peserta internship dan mengawal agar program berjalan dengan mengutamakan keselamatan, kesejahteraan, serta martabat setiap dokter muda yang menjalani masa internship.

Di akhir pernyataannya, PIDI-PIDGI mengajak masyarakat ikut mengawal proses penguatan sistem internship agar berlangsung secara transparan dan tetap mengedepankan keselamatan seluruh peserta, sembari mendoakan almarhumah dr Siti Zahra Maghfira dan dr Muhamad Zulfikar Drakel memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Topik Menarik