BMKG Catat 7.029 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 NTT, 141 Dirasakan

BMKG Catat 7.029 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 NTT, 141 Dirasakan

Terkini | inews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:40
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 7.029 gempa bumi susulan setelah gempa utama berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut tercatat hingga Selasa (25/8/2026) pukul 05.00 WIB.

BMKG mencatat gempa susulan terbesar memiliki kekuatan M6,2. Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 32 gempa memiliki magnitudo di atas M5.

Selain itu, 141 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

“Total gempa bumi susulan 7.029, magnitudo terbesar M6,2,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Flores terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Senin (24/8/2026), sebanyak 100 orang meninggal dunia.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi mencapai 180.327 jiwa.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, peningkatan jumlah korban meninggal terjadi karena sejumlah korban yang sebelumnya mengalami luka berat tidak berhasil diselamatkan setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

"Untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan. Sehingga yang semula di hari pertama hari kedua ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi 100 yang meninggal dunia," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).

Gempa juga menyebabkan kerusakan cukup besar pada rumah warga. BNPB mencatat sebanyak 73.818 unit rumah mengalami kerusakan.

Rinciannya, sebanyak 23.276 rumah mengalami rusak berat, 17.563 unit rusak sedang, dan 32.979 unit lainnya mengalami rusak ringan.

Selain bangunan tempat tinggal, sebanyak 1.915 fasilitas umum turut mengalami kerusakan. Fasilitas yang terdampak meliputi sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta sejumlah infrastruktur lainnya.

Pemerintah hingga kini masih melakukan penanganan terhadap dampak gempa, termasuk evakuasi, pemenuhan kebutuhan pengungsi, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Topik Menarik