Tangani Karhutla, Pemerintah Tabur 4 Ton Garam di Langit Kaltim untuk Turunkan Hujan

Tangani Karhutla, Pemerintah Tabur 4 Ton Garam di Langit Kaltim untuk Turunkan Hujan

Terkini | inews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 02:00
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menyemai sekitar 4 ton natrium klorida (NaCl) atau garam di wilayah Kalimantan Timur melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kegiatan ini untuk menurunkan hujan sekaligus membantu mengatasi dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Modifikasi cuaca berlangsung sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026) dan melibatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), BPBD, serta sejumlah instansi terkait.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan OMC dilakukan untuk menjaga ketersediaan air permukaan di kawasan IKN dan sekitarnya.

"Saat ini kita mengalami musim kering, dampak dari terjadinya El Nino. Bukan hanya di Kaltim, tetapi di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Dampak El Nino itu di antaranya kekeringan," ujar Danis dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong pemerintah mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air melalui modifikasi cuaca.

"Makanya kita mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk menambah volume air permukaan yang ada di wilayah IKN dan sekitarnya," katanya.

Sementara itu, musim kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan mencatat 273 titik kejadian kebakaran lahan sepanjang Agustus 2026 dengan luas sekitar 752 hektare.

"Di Agustus ini totalnya sudah 273 titik kejadian kebakaran lahan. Luas lahannya sekitar 752 hektare berdasarkan data yang masuk di kami," kata Buyung.

BPBD tetap melakukan penanganan karhutla, termasuk melalui langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Penanganan tetap dilakukan, termasuk upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat, melalui surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup agar tidak melakukan pembakaran lahan," ujarnya.

Pelaksanaan OMC mulai diikuti turunnya hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Pos Curah Hujan Long Lebusan, wilayah Hulu WS Mahakam, mencatat hujan turun di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu (22/8/2026) pukul 02.00-02.30 WITA dengan curah hujan sekitar 20 milimeter.

Hujan juga terjadi di sejumlah wilayah sekitar Kutai Kartanegara. Di kawasan IKN, perubahan kondisi hidrologis terlihat dari kenaikan muka air pada intake Sungai Sepaku yang menjadi salah satu sumber air baku IKN.

Topik Menarik