Andoni Iraola Buang Pemain yang Bikin Jurgen Klopp Menyesal, Liverpool Untung Besar
LIVERPOOL, iNews.id - Harvey Elliott mulai berada di ujung jalan bersama Liverpool setelah dia tidak masuk skuad saat The Reds bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United pada laga Premier League, Minggu (23/8/2026).
Absennya Elliott dari daftar pemain Liverpool di St James' Park menjadi salah satu perhatian terbesar dalam pertandingan tersebut. Gelandang serang berusia 23 tahun itu tidak dilaporkan mengalami cedera, tetapi tetap tidak mendapatkan tempat di bangku cadangan.
Situasi tersebut semakin menguatkan dugaan mengenai masa depan Elliott di bawah pelatih baru Liverpool, Andoni Iraola. Pelatih asal Spanyol itu menggantikan Arne Slot setelah kontraknya bersama Bournemouth berakhir.
Iraola kini memiliki pekerjaan besar untuk mengubah Liverpool menjadi penantang gelar setelah musim sebelumnya hanya finis di posisi kelima. Hasil imbang 2-2 melawan Newcastle juga memperlihatkan masih banyak persoalan yang harus dibenahi sang pelatih.
Liverpool bahkan langsung tertinggal ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Kecepatan Anthony Elanga mengeksploitasi kelemahan lini belakang The Reds sebelum dia menaklukkan Alisson untuk membawa Newcastle unggul.
Cody Gakpo kemudian menyamakan kedudukan melalui tembakan jarak jauh 10 menit setelah babak kedua dimulai. Namun, Joe Willock kembali membuat Newcastle memimpin hanya dua menit kemudian lewat penyelesaian dingin ke gawang Alisson.
Liverpool akhirnya menyelamatkan satu poin setelah mendapatkan penalti pada menit-menit akhir. Dominik Szoboszlai menjalankan tugas sebagai eksekutor dan melepaskan tembakan keras ke sisi kanan atas gawang Lukas Hornicek.
Sistem Iraola Jadi Ancaman untuk Elliott
Persoalan Elliott menjadi semakin menarik jika melihat kebutuhan Iraola terhadap pemain dengan intensitas tinggi. Pelatih anyar Liverpool tersebut dikenal menuntut para pemainnya bekerja keras dan terus bergerak dalam sistem permainan berintensitas tinggi.
Kondisi itu membuat posisi Elliott semakin sulit. Dia sebelumnya menjalani masa peminjaman yang mengecewakan di Aston Villa sepanjang musim lalu dan hanya tampil dalam sembilan pertandingan.
Elliott juga gagal memberikan kesan positif secara maksimal selama pramusim. Bahkan, posisi dia dalam persaingan skuad Liverpool disebut mulai berada di belakang Lewis Koumas.
Kondisi fisik Elliott juga sempat menjadi bahan pertanyaan ketika dia kembali ke Liverpool pada musim panas ini. Keraguan tersebut berkaitan dengan kecocokan gaya bermain sang pemain dengan tuntutan sistem Iraola.
Yang membuat situasinya semakin serius, Elliott tidak masuk skuad pertandingan melawan Newcastle meski tidak ada laporan mengenai cedera. Di tengah persoalan kedalaman skuad Liverpool, keputusan tersebut menjadi sinyal penting mengenai posisi Elliott dalam rencana pelatih baru.
Elliott sebenarnya memiliki ikatan kuat dengan Liverpool. Dia merupakan penggemar The Reds sejak kecil dan bergabung dari Fulham pada 2019 dengan harapan besar.
Bahkan, Jurgen Klopp pernah menyebut keputusan tidak memberikan Elliott lebih banyak kesempatan bermain sebagai salah satu “kesalahan terbesar” selama masa kepelatihannya di Liverpool.
Namun, perjalanan Elliott bersama klub yang dia dukung sejak kecil kini berpotensi menuju akhir. Musim panas lalu dia meninggalkan Anfield dengan harapan Aston Villa akan mengaktifkan klausul pembelian permanen setelah masa peminjamannya.
Harapan tersebut tidak terwujud. Elliott kembali ke Liverpool dan kini justru menghadapi kemungkinan dirinya tidak masuk rencana utama Iraola.
Saat mengikuti tur pramusim Liverpool, Elliott sudah membuka peluang untuk mengambil keputusan besar mengenai kariernya. Dia mengakui prioritas utamanya adalah mendapatkan langkah terbaik untuk masa depannya.
"Saya masih ingin bersikap egois, melakukan apa yang tepat untuk saya," kata Elliott dikutip dari Give Me Sport.
"Entah itu bertahan di sini dan memperjuangkan tempat saya atau berpotensi pergi ke tempat lain, saya masih belum yakin saat ini sampai saya mendapatkan lebih banyak informasi."
Pernyataan tersebut memperlihatkan Elliott terbuka terhadap kemungkinan meninggalkan Liverpool demi mendapatkan menit bermain lebih banyak. Situasi terkini membuat opsi tersebut semakin masuk akal menjelang penutupan bursa transfer.
Di sisi lain, kepergian Elliott juga dapat memberikan keuntungan finansial bagi Liverpool. Gelandang tersebut dilaporkan menerima gaji 65.000 pounds per pekan, setara sekitar Rp1,57 miliar per pekan.
Dengan bursa transfer yang segera ditutup dan kedalaman skuad masih menjadi perhatian, Liverpool harus menentukan masa depan Elliott dalam waktu dekat. Bagi pemain berusia 23 tahun itu, keputusan Iraola tidak memasukkannya ke skuad melawan Newcastle bisa menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya di Anfield.










