Patrick Kluivert Hampir Jadi Asisten Xavi di Timnas Belanda, Kenapa Akhirnya Tersingkir?
AMSTERDAM, iNews.id - Mantan Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert nyaris menjadi bagian dari staf kepelatihan Timnas Belanda. Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menyebut mantan penyerang Oranje itu sebagai salah satu kandidat utama asisten Xavi Hernandez.
Kabar tersebut diungkap jurnalis De Telegraaf, Mike Verweij, dalam podcast Kick-off. Menurut dia, Kluivert bahkan mendapat informasi melalui perantara jika KNVB menempatkannya sebagai kandidat kuat untuk masuk staf pelatih Timnas Belanda.
Namun, peluang tersebut tidak langsung diambil Kluivert. Pada saat bersamaan, nama dia juga masuk dalam pertimbangan untuk menjadi pelatih Timnas Senegal.
“Melalui perantara, Patrick Kluivert juga diberitahu oleh KNVB bahwa dia adalah kandidat utama untuk menjadi asisten pelatih. Namun, dia juga sedang dipertimbangkan untuk menjadi pelatih Senegal,” ujar Verweij.
Kluivert akhirnya memilih tidak mengambil peluang melatih Senegal. Dia disebut masih menunggu komunikasi dari Nigel de Jong terkait kemungkinan bergabung dengan Timnas Belanda.
“Namun, dia melewatkan kesempatan itu karena dia sedang menunggu telepon dari Nigel de Jong. Saya pikir Patrick Kluivert lebih cocok daripada Ruud van Nistelrooy. Namun, apakah Anda memilih dia atau tidak: itu pilihan Nigel de Jong. Dia yang bertanggung jawab atas hal itu, tidak masalah. Namun, setidaknya milikilah kesopanan untuk menelepon seseorang,” kata Verweij.
Kluivert Dipandang Lebih Cocok daripada Van Nistelrooy
Pernyataan Verweij membuat proses pemilihan staf Xavi menjadi sorotan. Dia secara terbuka menilai Kluivert lebih sesuai untuk mengisi posisi asisten pelatih dibandingkan Ruud van Nistelrooy.
Xavi akhirnya memiliki Sergio Alegre, Óscar Hernández, Ruud van Nistelrooy, dan Adil Ramzi dalam jajaran stafnya. Nama Kluivert tidak masuk dalam susunan akhir tersebut.
Di sisi lain, Kluivert akhirnya juga tidak menjadi pelatih Senegal. Federasi sepak bola Senegal memilih Patrick Vieira untuk posisi tersebut.
Verweij menilai keputusan terkait Kluivert semestinya bisa dilakukan dengan komunikasi yang lebih jelas. Menurut dia, Kluivert sudah berada dalam posisi sebagai kandidat kuat, tetapi akhirnya menunggu panggilan dari Nigel de Jong.
Proses tersebut kemudian dibandingkan Verweij dengan keputusan memilih Van Nistelrooy. Dia mempertanyakan alasan KNVB tidak mengambil Kluivert yang menurut penilaiannya lebih cocok untuk menjadi bagian dari staf Timnas Belanda.
“Agen itu tidak bisa disalahkan karena mengusulkan Ruud van Nistelrooy. Agen tersebut adalah Rodger Linse, yang kebetulan juga merupakan agen Nigel de Jong,” ujar Verweij saat membahas hubungan agen kedua tokoh tersebut.
Verweij juga mengkritik rekam jejak Van Nistelrooy bersama Timnas Belanda. Dia menilai pengalaman Van Nistelrooy di lingkungan Oranje belum cukup untuk menjadi alasan kuat memilih dia.
“Itu sangat aneh. Karena berdasarkan apa yang telah dicapai Ruud van Nistelrooy bersama Timnas Belanda: di bawah Guus Hiddink dan Danny Blind mereka tidak lolos ke Euro 2016, pada 2021 itu bukan kesuksesan besar di bawah Frank de Boer, dan sekarang bersama Ronald Koeman,” tutur Verweij.
Sementara itu, Xavi telah resmi memulai era baru bersama Timnas Belanda setelah proses pencarian pelatih berlangsung cukup panjang. Susunan stafnya kini sudah lengkap dengan empat asisten yang telah diumumkan.
Bagi Kluivert, kegagalan masuk staf Xavi membuat perjalanan karier kepelatihannya kembali menjadi perhatian. Dia sebelumnya memiliki pengalaman menangani sejumlah tim nasional dan klub, sedangkan saat ini namanya sempat masuk dalam dua opsi besar, yakni staf Timnas Belanda atau pelatih Timnas Senegal.
Pada akhirnya, kedua peluang tersebut tidak berujung pada jabatan baru bagi Kluivert. Senegal memilih Vieira, sementara posisi asisten Xavi di Timnas Belanda diberikan kepada Van Nistelrooy.










