Panjat Tebing Indonesia Bawa Pulang 2 Perunggu dari Asia Youth Championship Guiyang

Panjat Tebing Indonesia Bawa Pulang 2 Perunggu dari Asia Youth Championship Guiyang

Olahraga | inews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:14
share

GUIYANG, iNews.id - Panjat tebing Indonesia menambah dua medali perunggu pada World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 melalui nomor speed relay putri U-17 dan putra U-19, Selasa (25/8/2026).

Tambahan dua perunggu tersebut menjadi persembahan terbaru Indonesia dalam kejuaraan panjat tebing kelompok usia di Guiyang, China. Hasil ini sekaligus memperlihatkan daya saing atlet-atlet muda Indonesia di nomor speed relay pada level Asia.

Pelatih Pendamping panjat tebing Indonesia, Judistiro, menilai dua medali perunggu tersebut menjadi hasil terbaik yang bisa diraih pada perlombaan kali ini. Meski demikian, dia menegaskan masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

"Tentu saja kami ingin membawa pulang emas. Tapi, medali perunggu merupakan hasil terbaik sekaligus menjadi penanda kami harus banyak berbenah," ujar Judistiro dalam keterangan resminya.

Indonesia Tumbangkan Korea Selatan

Medali pertama datang dari nomor speed relay putri U-17. Indonesia menurunkan Naura Jasmine Rayya Syafiqa dan Keyzia Queenme Candley Riwoe sebagai wakil pada nomor tersebut.

Dalam perebutan tempat ketiga, Indonesia harus berhadapan dengan tim Korea Selatan. Persaingan berlangsung ketat, tetapi wakil Merah Putih mampu menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 18,81 detik.

Catatan tersebut membawa Indonesia unggul atas Korea Selatan yang mencatatkan waktu 19,29 detik. Hasil itu memastikan Indonesia membawa pulang medali perunggu dari nomor speed relay putri U-17.

Untuk perebutan medali emas dan perak, dua posisi teratas menjadi milik Tiongkok. Indonesia pun melengkapi persaingan podium melalui kemenangan atas Korea Selatan dalam perebutan posisi ketiga.

Putra U-19 Kembali Sumbang Perunggu

Tambahan medali kedua diperoleh Indonesia dari nomor speed relay putra U-19. Pada nomor ini, Indonesia diperkuat Haddan Malik Baqmuhyibar dan Amirul Rizqi Febriyansyah.

Indonesia kembali tampil dalam perebutan medali perunggu. Kali ini, lawan yang dihadapi adalah tim Kazakhstan.

Haddan dan Amirul mampu membawa Indonesia melewati Kazakhstan dengan catatan waktu 11,09 detik. Sementara itu, Kazakhstan mencatatkan waktu 11,27 detik.

Keunggulan tersebut memastikan Indonesia kembali berdiri di podium dengan medali perunggu. Untuk nomor speed relay putra U-19, China merebut medali emas, sedangkan Korea Selatan mengamankan medali perak.

Dua perunggu tersebut menjadi tambahan penting bagi kontingen panjat tebing Indonesia di World Climbing Asia Youth Championship Guiyang. Meski target emas belum tercapai dari dua nomor speed relay tersebut, performa para atlet muda tetap memberikan modal penting untuk evaluasi.

Judistiro pun menilai hasil di Guiyang harus menjadi bahan pembenahan bagi Indonesia. Target meraih medali emas tetap menjadi sasaran, tetapi proses menuju hasil tersebut membutuhkan peningkatan performa pada sejumlah aspek.

Dengan tambahan dua perunggu dari speed relay putri U-17 dan putra U-19, Indonesia menunjukkan persaingan di level Asia bukan sesuatu yang mudah. Hasil dari Guiyang sekaligus menjadi momentum bagi para atlet muda untuk meningkatkan kemampuan sebelum menghadapi kejuaraan berikutnya.

Topik Menarik