Perang Brutal, Tentara Israel Gunakan Amunisi untuk 30 Tahun hanya dalam 3 Tahun
TEL AVIV, iNews.id - Tentara Israel menggunakan amunisi dalam jumlah luar biasa besar untuk perang di berbagai front. Jumlah amunisi yang bisa digunakan selama 30 tahun, dihabiskan hanya kurang dari 3 tahun, terutama sejak perang di Jalur Gaza pada 2023.
Ini menunjukkan peningkatan tekanan terhadap personel, peralatan militer, dan pastinya keuangan Israel.
Surat kabar Maariv melaporkan, amunisi yang digunakan Angkatan Udara Israel selama periode tersebut juga setara dengan sekitar 9 tahun operasi dalam kondisi normal. Sementara ribuan tank dan kendaraan pengangkut personel lapis baja mengalami kerusakan.
Peralatan militer bisa diganti atau diperbaiki, namun Israel juga mengalami kerugian personel, termasuk mereka yang luka, jauh lebih sulit untuk dipulihkan.
Militer Israel, belum termasuk agen badan keamanan, telah kehilangan 1.138 personel, sementara 11.730 lainnya mengalami luka fisik atau psikologis sejak 3 tahun terakhir.
Ribuan personel lain yang menderita trauma psikologis juga akan dimasukkan ke daftar tersebut.
Tanda-tanda tekanan juga muncul di antara tentara karier, bukan cadangan. Sebagian besar dari mereka yang mendapat promosi ke level komando, memilih peran pendukung yang kurang menuntut atau meninggalkan dinas militer sama sekali.
Maariv melaporkan, satu bulan masa tugas tentara cadangan pada 2025 menelan biaya sekitar 2,1 miliar shekel, setara dengan harga tujuh jet tempur F-35 atau 70 tank Merkava.
Pasukan Israel saat ini ditempatkan di tiga "zona keamanan" yakni Gaza, Lebanon, dan Suriah, selain Tepi Barat.
Lima batalion Israel ditempatkan di sepanjang garis kuning di Gaza, mencakup sekitar 60 persen wilayah tersebut, bersama dengan dua batalion yang diperkuat di perbatasan dan pasukan kesiapan dan pertahanan regional tambahan.










