Bangladesh Pertimbangkan Gabung Pakta Pertahanan Makkah
DHAKA, iNews.id - Bangladesh mempertimbangkan untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Makkah, aliansi keamanan beranggotakan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Bangladesh Humayun Kabir menjelaskan, tak ada hal aneh jika negaranya bergabung dalam aliansi pertahanan yang dibentuk negara-negara Muslim.
“Mereka mengundang pimpinan Bangladesh, khususnya Perdana Menteri Tarique Rahman, untuk datang dan ikut serta,” kata Kabir, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/8/2026).
Seorang sumber pejabat di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Bangladesh mengatakan, Arab Saudi mengundang Bangladesh untuk bergabung dalam pakta tersebut, meski tidak menyebutkan kapan undangan itu dikirim.
Arab Saudi, Turki, dan Pakistan meneken Pakta Pertahanan Makkah di kota suci Makkah pada 7 Agustus.
Dalam klausul perjanjian, serangan bersenjata terhadap satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Bangladesh merupakan republik sekuler, meski lebih dari 90 persen penduduknya Muslim.
Pejabat Turki mengatakan, pakta pertahanan bersama Pakistan, negara pemilik senjata nuklir, dan Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar, terbuka untuk negara lain.
Ditegaskan pula, pakta tersebut bukan untuk melawan Iran.
Bahkan Iran diajak untuk membahas proposal mengenai pengaturan keamanan di Timur Tengah.









