Perawat di Probolinggo Dianiaya Satpam di Parkiran Rumah Sakit, Wajah Luka-Luka
PROBOLINGGO, iNews.id - Seorang perawat diduga menjadi korban penganiayaan oleh petugas keamanan atau satpam tempatnya bekerja di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi di area parkir Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan.
Korban bernama Moh Romli (32), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan. Akibat kejadian tersebut, dia mengalami luka di sejumlah bagian wajah dan harus mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Graha Sehat Kraksaan.
Saat kejadian, Romli mengaku sedang bersantai bersama sejumlah rekannya. Tidak lama kemudian, seorang petugas keamanan berinisial IKW (24), warga Kota Probolinggo, datang menggunakan sepeda motor dengan mengenakan seragam satpam.
Romli mengaku tidak mengetahui penyebab hingga dia menjadi sasaran kekerasan. Dia menyebut tidak pernah memiliki masalah maupun komunikasi dengan terduga pelaku sebelumnya.
"Saya tidak tahu masalahnya apa dan tidak menyangka kalau saya bakal dipukul. Padahal saya tidak pernah berkomunikasi dengan dia, meskipun sering bertemu," kata Romli saat menjalani perawatan di IGD dikutip dari iNews Probolonggo, Rabu (26/8/2026).
Menurut pengakuan korban, terduga pelaku tiba-tiba menghampiri dan melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong ke arah wajahnya. Pukulan tersebut mengenai sejumlah bagian wajah, mulai dari rahang, dahi, hidung, pipi, hingga bibir.
Setelah kondisinya mulai membaik, Romli mengaku sempat meminta penjelasan kepada terduga pelaku terkait alasan pemukulan tersebut. Namun, jawaban yang diterima tidak memberikan penjelasan yang jelas.
"Setelah saya agak sadar, saya sempat meminta pelaku duduk dan bertanya kenapa saya dipukul, tetapi jawabannya seperti orang linglung. Makanya saya putuskan melapor ke polisi," ucapnya.
Merasa menjadi korban tanpa mengetahui penyebabnya, Romli kemudian memilih melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Dia menegaskan ingin kasus tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku dan tidak berencana menyelesaikan perkara melalui jalur damai.
"Saya tetap lanjut dan tidak akan damai. Proses hukum tetap akan saya tempuh, apalagi keluarga saya tidak terima atas kejadian yang saya alami," ujarnya.
Sementara itu, terduga pelaku IKW telah diamankan oleh anggota Polsek Kraksaan. Selanjutnya, kasus tersebut diserahkan kepada Satreskrim Polres Probolinggo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dugaan penganiayaan tersebut, termasuk mencari motif dan kronologi lengkap kejadian.










