Sosok Bos Evergrande Hui Ka Yan, Pernah Jadi Orang Terkaya China Kini Dibui Seumur Hidup
SHENZHEN, iNews.id - Pendiri China Evergrande Group Hui Ka Yan divonis penjara seumur hidup atas kasus penipuan dan suap. Pria yang pernah menjadi orang terkaya di China ini terbukti mengawasi praktik penipuan keuangan berskala besar di Evergrande, salah satu pengembang properti terbesar di dunia.
Melansir Billionaires Africa, Evergrande dinilai telah memanipulasi nilai aset sekaligus menyembunyikan kewajiban perusahaan yang nilainya mencapai lebih dari 300 miliar dolar AS.
Pria berusia 67 tahun tersebut dan sejumlah perusahaan yang terkait dengannya juga dikenai denda dengan total lebih dari 2,3 miliar dolar AS.
Hui sebelumnya telah mengakui kesalahannya pada April. Dia didakwa atas sejumlah pelanggaran yang berkaitan dengan masa jabatannya sebagai ketua Evergrande, termasuk penipuan dan penyalahgunaan dana.
Dua putranya, Xu Tenghe dan Xu Zhijian, juga dijatuhi hukuman bersama sejumlah mantan eksekutif senior Evergrande serta pihak lain yang terkait dengan grup tersebut.
Hui Ka Yan pernah berada di puncak daftar orang terkaya China ketika bisnis Evergrande mengalami pertumbuhan pesat. Kekayaannya melonjak seiring kenaikan valuasi Evergrande dan besarnya dividen yang diterima.
Pada masa kejayaannya, Hui bahkan masuk jajaran orang terkaya di dunia. Namun, sebagian besar kekayaan tersebut hanya berupa nilai aset di atas kertas dan lenyap ketika Evergrande mengalami krisis.
Perusahaan yang dibangunnya menjadi salah satu simbol ekspansi properti China yang ditopang utang dalam jumlah besar.
Selama bertahun-tahun, Evergrande melakukan ekspansi agresif dengan mengandalkan pinjaman untuk membangun proyek apartemen di ratusan kota di China.
Situasi berubah ketika pemerintah China memperketat aturan terkait utang dan leverage perusahaan properti. Evergrande kemudian kesulitan memenuhi kewajibannya.
Gagal bayar utang pada 2021 memicu krisis yang lebih luas di sektor properti China dan ikut mengguncang pasar keuangan global.
Krisis tersebut juga berdampak langsung kepada pembeli rumah. Ratusan ribu orang masih menunggu penyelesaian apartemen yang telah mereka bayar tetapi tidak kunjung rampung.
Pengadilan Hong Kong memerintahkan Evergrande masuk proses likuidasi pada awal 2024. Saham perusahaan kemudian juga dihapus dari bursa.
Sejak itu, regulator dan likuidator mengejar Hui serta keluarganya untuk memulihkan sejumlah aset dan dividen yang diperoleh selama masa kejayaan Evergrande.
Hui sendiri telah ditahan oleh otoritas China sejak 2023 ketika penyelidikan terhadap dirinya dan perusahaan semakin berkembang.
Vonis seumur hidup terhadap Hui menjadi salah satu hukuman paling berat yang diberikan kepada tokoh bisnis China dalam rangkaian krisis sektor properti negara tersebut.
Putusan itu juga menunjukkan sikap pemerintah China dalam meminta pertanggungjawaban para pengembang atas utang yang berkontribusi terhadap ketidakstabilan sektor properti dan perekonomian.
Bagi kreditur dan pembeli rumah yang mengalami kerugian, hukuman tersebut dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban atas kejatuhan Evergrande.
Namun, vonis tersebut tidak serta-merta membuat kerugian mereka dapat dipulihkan. Jumlah kewajiban Evergrande jauh lebih besar dibandingkan aset yang masih dapat dikembalikan kepada kreditur.










