Momen Gus Hasib Cocoklogi Angka 8 di Muktamar ke-35 NU: Ini Muktamarnya Pak Prabowo
JOMBANG, iNews.id - Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Mohammad Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib, menyebut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum istimewa dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto. Dia bahkan menyebut muktamar kali ini sebagai “muktamarnya Pak Prabowo”.
Hal itu disampaikan Gus Hasib saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Desa Tambak Rejo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Gus Hasib mengaitkan tanggal pelaksanaan Muktamar NU dengan kedatangan Prabowo yang menurutnya memiliki makna tersendiri. Dia menyebut Prabowo hadir pada tanggal 27 yang jika dijumlahkan menjadi angka 9 dan dikaitkannya dengan bintang NU.
Dia kemudian menghubungkan angka tersebut dengan bulan Agustus dan tahun 2026. Menurut Gus Hasib, hitung-hitungan itu menunjukkan muktamar kali ini memiliki kaitan khusus dengan Prabowo.
"Istimewanya, Bapak Prabowo hadir di Tambakberas ini tanggal 27, 2 tambah 7, 9. Itu bintang NU ya, 08 Agustus dan 2026. Agustus itu 8, 2 tambah 6, 8. Jadi, muktamar ini muktamarnya Pak Prabowo karena tanggal 8. Ini angkanya Bapak Prabowo ini, alhamdulillah," kata Gus Hasib.
"Jadi ini istimewa. Ini bahasa Tambakberas, itu ilmu otak-atik," ujarnya.
Gus Hasib sebelumnya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Prabowo dalam Muktamar ke-35 NU. Apalagi, kunjungan Prabowo ke lingkungan pesantren tersebut bukan kali pertama.
"Kami dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum ingin menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden dalam Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas dan kami untuk kesekian kalinya, ini kedatangan Bapak Presiden yang keempat di Tambakberas," tuturnya.
Gus Hasib juga mengajak keluarga besar NU untuk mendoakan kepemimpinan Prabowo.
"Saya izin nostalgia dengan Pak Prabowo ini. Pak Prabowo ini sesungguhnya sahabat ya, beliau ini adalah orang hebat. Oleh karena itu kita doakan kepemimpinannya beliau bisa kuat, bisa selamat sampai akhir periode," katanya.
Dalam sambutannya, Gus Hasib juga mengenang KH Wahab Chasbullah atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Wahab. Dia merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah NU dan memiliki hubungan erat dengan Pondok Pesantren Tambakberas.
KH Wahab Chasbullah tidak hanya menjadi inspirator dan penggerak NU, tetapi juga sosok ulama yang memiliki semangat nasionalisme dan cinta tanah air.
"Di samping beliau inspirator, pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama, beliau ini adalah sosok ulama dan ulama nasionalis, cinta tanah air, bahkan mengeluarkan lagu atau mars," ucapnya.
Salah satu ajaran KH Wahab Chasbullah yang diwariskan kepada warga NU, kata Gus Hasib, adalah menempatkan Islam, NU, dan negara dalam hubungan yang tidak terpisahkan.
"Bahwa negara dan Islam, negara dan NU, ini enggak bisa dipisahkan. Karena bagaikan uang logam yang tidak bisa dipisahkan antara dua sisi. Ini Mbah Wahab," kata Gus Hasib.
"Karena itu, Pak Prabowo, jadi NU benar-benar cinta tanah air, benar-benar mendukung pemerintahan, dari mulai Pak Karno sampai ke Bapak, ini. Bukan karena apa-apa, karena ini adalah anjuran Nabi Muhammad," ujar Gus Hasib.
Profil Mitchell Baker, Penyerang Muda yang Bikin Hattrick saat Debut Bela Timnas Indonesia
Gus Hasib kembali mengingatkan pesan Mbah Wahab kepada warga NU mengenai pentingnya persatuan antara dua golongan, yakni ulama dan umara, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
"Ketika dua golongan ini baik, maka baiklah rakyatnya, dan ketika dua golongan ini rusak, maka rusaklah rakyatnya, yaitu hubungan ulama dan umaro. Oleh karena itu ulama dan umaro harus bersatu. Demikianlan doktrin Mbah Wahab," katanya.










