PLN IP Kembangkan 4 Proyek PLTS 490 MW, Dukung Target Energi Surya 100 GW
JAKARTA, iNews.id - PLN Indonesia Power (IP) memperkuat pengembangan energi surya untuk mendukung Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) yang ditargetkan pemerintah terealisasi dalam tiga tahun.
Sejumlah proyek energi surya menjadi bagian dari portofolio PLN Indonesia Power, dengan total kapasitas mencapai 490,2 megawatt peak (MWp). Proyek tersebut dikembangkan di sejumlah wilayah Indonesia bersama mitra strategis.
Portofolio itu terdiri atas PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp, PLTS Terapung Saguling 92 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, serta PLTS Banyuwangi 132 MWp.
Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta mengatakan perusahaan siap mengambil peran aktif dalam mempercepat pengembangan energi surya sebagai bagian dari transformasi portofolio pembangkitan.
Menurut dia, pengembangan PLTS tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas energi terbarukan, tetapi juga membutuhkan penguatan kapabilitas, inovasi teknologi, serta kolaborasi agar energi bersih dapat dihadirkan secara andal.
"PLN Indonesia Power berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan. Dengan pengalaman, kapabilitas, serta kolaborasi bersama mitra strategis, kami siap mengoptimalkan potensi energi surya di berbagai wilayah Indonesia sekaligus memastikan pengembangannya memberikan nilai tambah bagi sistem ketenagalistrikan dan mendukung tercapainya ketahanan energi nasional," ujar Bernadus.
Pengembangan proyek-proyek tersebut sejalan dengan Program PLTS 100 GWp yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada Selasa (25/8/2026). Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS tersebut dilakukan secara masif dalam tiga tahun.
Presiden Prabowo menilai program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
"Program PLTS berkapasitas 100 GWp merupakan langkah besar untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia. Target ini akan kita bangun dalam waktu sekitar tiga tahun dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan dalam negeri, termasuk tenaga surya dan panas bumi," ujar Prabowo.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan program PLTS 100 GWp membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS atau setara Rp1.120 triliun.
Menurut Bahlil, program tersebut juga berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja serta menurunkan emisi karbon hingga 120 juta ton CO2 per tahun.
"Hari ini kita mempercepat implementasi program PLTS 100 GW. Total investasinya sekitar 73 miliar dolar AS atau Rp1.120 triliun, yang berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi hingga 120 juta ton CO₂ per tahun," tutur Bahlil.
PLN IP menilai pengembangan portofolio energi surya akan menjadi bagian penting dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Perusahaan juga menyatakan akan terus mengembangkan proyek dengan mempertimbangkan kebutuhan sistem ketenagalistrikan dan karakteristik setiap wilayah.









