Ratko Mladic, Jenderal Kejam Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara

Ratko Mladic, Jenderal Kejam Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara

Terkini | inews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 07:33
share

DEN HAAG, iNews.id - Ratko Mladic, jenderal Serbia-Bosnia yang mendalangi pembantaian Muslim Bosnia pada 1992, meninggal dunia di penjara, pada usia 84 tahun, Kamis (27/8/2026). Dia berada di balik pembasmian etnis Bosnia di Srebrenica serta pengepungan Sarajevo selama perang Balkan di tahun tersebut.

Dikenal sebagai "Tukang Jagal Bosnia," Mladic dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) atas tuduhan merencanakan pembersihan etnis terhadap penduduk non-Serbia di Bosnia pada awal 1990-an.

Pengadilan yang dibentuk oleh PBB itu menyatakan Mladic bersalah atas genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, penganiayaan, pemusnahan, pembunuhan, teror, serangan ilegal terhadap warga sipil dan penyanderaan.

Hakim ICTY yang memvonisnya saat itu, Fouad Riad, menggambarkan tindakan di bawah perintah Mladic tersebut sebagai kekejaman yang tak terbayangkan.

Pengacara Mladic, Dragan Ivetic, mengatakan kliennya meninggal saat menjalani hukuman seumur hidup di Unit Penahanan PBB di Den Haag, Belanda. Dia telah menghabiskan waktu lebih dari 15 tahun di penjara tersebut.

Mladic sempat mengajukan beberapa banding dan permohonan pembebasan dengan alasan medis. Permohonan terakhir diajukan oleh tim pengacara pada pekan lalu. Mereka meminta pembebasan Mladic atas dasar kemanusiaan, dengan mengutip pernyataan dokter yang menyebutkan bahwa kondisi kesehatan menurun drastis. Pengacara juga memperingatkan, secara medis Mladic bisa meninggal kapan saja. Namun, permohonan tersebut ditolak.

Mladic lahir pada 12 Maret 1942 di wilayah Kalinovik, saat itu merupakan bagian dari Yugoslavia. Lahir di masa puncak Perang Dunia II, masa kecilnya sangat dipengaruhi oleh konflik tersebut..

Ayahnya, Nedja Mladic, dibunuh oleh rezim Ustasha, gerakan fasis Kroasia yang dibentuk oleh Nazi dan kelompok fasis Italia di wilayah Yugoslavia yang diduduki.

Dia menempuh pendidikan di akademi militer Tentara Rakyat Yugoslavia di Beograd. Dia lulus pada 1965, kemudian bergabung dengan Partai Komunis, dan berkarier sebagai tentara profesional. 

Setelah Yugoslavia bubar, Mladic menjabat sebagai Komandan Staf Umum Angkatan Darat Republik Serbia di Bosnia, wilayah yang memisahkan diri Serbia.

Sebagai panglima militer, Mladic menjadi otak utama di balik aksi biadab pembersihan etnis. Dia memimpin langsung pembunuhan massal tanpa pandang bulu, serta mendeportasi dan mengusir paksa penduduk sipil.

Dua kejahatannya menjadi simbol teror yang dia timpakan kepada penduduk Muslim dan Kroasia di Bosnia selama perang berlangsung: pengepungan Sarajevo dan pembantaian Srebrenica.

Di bawah komandonya, pasukan Serbia Bosnia mengepung Kota Sarajevo dari dataran tinggi pada 1992. Mereka mengurung penduduk di lembah kota tersebut selama 2 tahun, sembari melancarkan serangan artileri dan penembak jitu terhadap warga sipil. Lebih dari 10.000 orang, termasuk banyak anak-anak, tewas selama masa pengepungan itu.

Pada Juli 1995, Mladic memimpin serangan terhadap wilayah kantong Muslim Srebrenica, kawasan yang telah ditetapkan oleh PBB sebagai "zona aman". Pembantaian tersebut tercatat sebagai kekejaman terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II. Lebih dari 7.000 Muslim, sebagian besar laki-laki dewasa dan anak-anak, dibantai hanya dalam waktu beberapa hari.

Topik Menarik