Pemred iNews Klarifikasi Video Viral Liputan Demo DPR: Direkam Tak Otomatis Jadi Berita, Tetap Diverifikasi

Pemred iNews Klarifikasi Video Viral Liputan Demo DPR: Direkam Tak Otomatis Jadi Berita, Tetap Diverifikasi

Terkini | inews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:38
share

JAKARTA, iNews.id - Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono memberikan klarifikasi terkait video dan narasi yang beredar di media sosial mengenai peliputan unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Dalam narasi tersebut, proses peliputan tim iNews dipersoalkan karena disebut merekam seorang perempuan yang mengaku sebagai penarik ojek dan melontarkan pernyataan bernada provokatif.

Aiman mengatakan, setelah mengetahui ada postingan yang beredar dan menyebut namanya serta iNews, dia langsung meminta tim di lapangan mengecek secara menyeluruh terhadap informasi tersebut.

"Dari hasil pengecekan, benar bahwa tim kami sempat meliput seorang perempuan yang disebut sebagai penarik ojek, bernama Melva Pardede," kata Aiman, Sabtu (29/8/2026).

Namun, Aiman menegaskan proses pengambilan gambar dan informasi di lapangan tidak serta-merta berarti materi tersebut akan menjadi berita dan ditayangkan kepada publik.

"Ada satu hal penting yang perlu saya sampaikan. Dalam kerja jurnalistik, mengambil gambar atau mendapatkan informasi bukan berarti informasi tersebut otomatis menjadi berita. Setiap informasi tetap harus melalui proses verifikasi sebelum diputuskan untuk ditayangkan."

Aiman mengatakan, prinsip tersebut juga diterapkan iNews dalam peliputan aksi unjuk rasa 27 Agustus. Setelah materi tersebut diperiksa dan diverifikasi, iNews memutuskan tidak menayangkannya.

"Itulah yang dilakukan oleh tim kami. Setelah dilakukan pengecekan dan verifikasi, informasi tersebut tidak kami tayangkan di iNews. Karena itu, jika kemudian muncul narasi di media sosial yang menyebut bahwa iNews sengaja menayangkan atau menyiasati informasi yang belum terverifikasi, hal tersebut tidak sesuai dengan fakta yang kami temukan," kata Aiman.

Aiman juga mengatakan, menghargai setiap kritik dan masukan. Namun, sebagai jurnalis, iNews juga berkewajiban menjaga proses kerja jurnalistik dengan disiplin, termasuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik telah melalui proses verifikasi. 

"Bagi kami, kepercayaan publik adalah sesuatu yang harus dijaga melalui kerja jurnalistik yang bertanggung jawab," kata Aiman.

Klarifikasi tersebut disampaikan Aiman menyusul postingan aktivis dan wartawan Nury Sybli yang menyoroti proses peliputan tim iNews saat demonstrasi di depan DPR RI, 27 Agustus 2026. Nury mempertanyakan apakah identitas dan profesi perempuan bernama Melva Maria Rosa Pardede yang diliput tim iNews telah dicek dan diverifikasi sebelum informasinya digunakan sebagai bahan berita.

Dia meminta tim iNews agar peliputan dilakukan secara teliti dan berimbang. Nury khawatir pernyataan Melva yang emosional menggeser perhatian publik dari substansi tuntutan massa aksi. Dia juga menyebut, kritik tersebut bukan permintaan agar media berpihak kepada demonstran, melainkan agar prinsip jurnalistik tetap dijalankan.

Topik Menarik