Pelajar Korban Kericuhan Pejompongan Alami 12 Jahitan, Ada Luka Diduga Bekas Sundutan Rokok

Pelajar Korban Kericuhan Pejompongan Alami 12 Jahitan, Ada Luka Diduga Bekas Sundutan Rokok

Terkini | inews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:18
share

JAKARTA, iNews.id - Pihak keluarga mengungkap kondisi terkini Faturohman (18) atau Fatur, pelajar yang menjadi korban penganiayaan saat kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Meski kondisinya berangsur membaik, korban disebut masih merasakan nyeri di sejumlah bagian tubuh akibat luka yang dideritanya.

Guru sekaligus juru bicara keluarga, Ahmad Fahmi, mengungkapkan korban mengalami empat luka akibat benda tajam di bagian kepala. Salah satu luka yang berada di bagian belakang kepala menjadi yang paling serius sehingga harus mendapatkan 12 jahitan.

"Kalau Fatur sendiri bilang empat titik, cuma khusus di sini yang paling parah ini (belakang kepala) 12 jahitan," kata Fahmi di RSUD Tarakan, Sabtu (29/8/2026).

Selain luka akibat benda tajam, Fatur disebut mengalami luka pada bagian punggung yang diduga akibat sundutan rokok. Menurut Fahmi, kondisi tersebut telah didokumentasikan oleh pihak keluarga sebagai bukti.

"Yang di belakang badannya yang disundut rokok, disundut rokok gitu. Saya ada dokumentasi foto-fotonya jangan sampai memudar, saya foto duluan gitu buat bukti gitu," ujarnya.

Meski demikian, Fahmi mengatakan kondisi kesehatan Fatur terus menunjukkan perkembangan positif selama menjalani perawatan di RSUD Tarakan.

"Alhamdulillah untuk kondisi kesehatannya pulih ya, luka-luka lebamnya sudah mulai berangsur-angsur normal ya, walaupun belum 100 persen. Karena kan sudah ada pengobatan, terus diinfus juga," katanya.

Kendati berangsur pulih, korban masih mengeluhkan rasa nyeri pada sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan keterangan Fatur, bagian kepala dan punggung menjadi area yang paling sering menimbulkan rasa sakit. Selain nyeri, korban masih merasakan pusing. Namun, kondisi tersebut dinilai jauh lebih baik dibanding saat pertama kali menjalani perawatan.

"Fatur jawab ya di bagian ini sih di kepala sama punggung, ya sebenarnya semuanya masih ngerasain nyeri," ujarnya.

Saat ini keluarga masih menunggu proses visum untuk menentukan langkah hukum selanjutnya terkait dugaan penganiayaan yang dialami Fatur.

Sebelumnya, viral di media sosial video yang menampilkan seorang pemuda di tengah kerusuhan demonstrasi di kawasan Gedung DPR pada, Kamis (27/8/2026). Pemuda tersebut belakangan diketahui merupakan pelajar Madrasah Aliyah (MA) bernama Faturohman alias Fatur (18).

Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa Fatur sempat ditangkap polisi saat kerusuhan berlangsung di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, Fatur ditangkap karena diduga melakukan pelemparan saat mengikuti aksi demonstrasi. Peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman.

"Pelajar madrasah ini yang atas Fatur, Fatur. Ya, memang diamankan di Subdit Kamneg yang bersangkutan pada saat melaksanakan aksi melakukan pelemparan, ini juga sudah dalam proses pendalaman," kata Budi, Sabtu (29/8/2026).

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut, Fatur telah dipulangkan setelah dijemput orang tuanya.

Topik Menarik