Kemenkes Luncurkan Rekam Medis Elektronik, Pasien Bisa Pantau Kesehatan Real-Time

Kemenkes Luncurkan Rekam Medis Elektronik, Pasien Bisa Pantau Kesehatan Real-Time

Terkini | inews | Selasa, 1 September 2026 - 16:34
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi ke dalam platform SatuSehat pada Selasa (1/9/2026). Inovasi ini diharapkan mampu mengubah layanan kesehatan nasional menjadi lebih efisien, transparan, dan terintegrasi secara digital.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan penerapan RME memberikan empat manfaat utama yang dirasakan langsung oleh pasien, fasilitas kesehatan (faskes), BPJS Kesehatan, hingga dunia penelitian medis.

Manfaat pertama, RME memungkinkan pasien mengakses dan memantau kondisi kesehatannya secara real-time. Budi mengibaratkan sistem tersebut seperti aplikasi mobile banking yang memungkinkan seseorang melihat kondisi keuangannya kapan saja.

“Gunanya nomor satu paling penting buat pasiennya. Jadi pasiennya at any time tahu kondisi kesehatan dia seperti apa. Sama seperti kita kalau lihat mobile banking kita tahu kondisi keuangan kita seperti apa, ini kita tahu kondisi kesehatannya seperti apa sekaligus bisa mengedukasi pasien,” kata Budi saat peluncuran.

Memudahkan Fasilitas Kesehatan

Manfaat kedua dirasakan oleh fasilitas kesehatan. Setiap pasien menjalani pemeriksaan atau pengobatan, hasilnya akan tercatat dalam RME sehingga dapat diakses ketika pasien mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan lainnya.

Menurut Budi, sistem ini juga akan mempermudah proses rujukan antar-rumah sakit. Dokter di fasilitas kesehatan tujuan bisa mengetahui kondisi pasien sebelum pasien tiba.

“Yang nomor dua, ini bisa dipakai oleh faskes untuk mempermudah pelayanan mereka. Kalau rumah sakit A mau merujuk rumah sakit B nggak usah dibawa masing-masing, enggak usah di-entry manual ke sistem. Karena otomatis nanti sudah datanya sudah nyambung. Sehingga sebelum sampai pun dokter yang menerima di IGD tuh sudah tahu kondisi kesehatannya seperti apa,” ujarnya.

Bantu BPJS Pantau Clinical Pathway

Manfaat ketiga berkaitan dengan BPJS Kesehatan. RME dapat membantu BPJS memantau perkembangan kondisi pasien sekaligus melihat clinical pathway atau alur penanganan medis yang dijalankan.

Menkes Budi mencontohkan data pemeriksaan pasien dapat digunakan untuk melihat kesesuaian tindakan medis dengan kondisi dan indikasi yang tercatat sebelumnya.

“Yang nomor tiga, bagusnya buat siapa? Ini bagusnya buat BPJS. Kenapa orang di caesar tidak ada indikasi dari USG Puskesmas seminggu yang lalu bahwa dia perlu operasi caesar? Semuanya itu kan nanti bisa digunakan oleh BPJS secara online untuk melihat apakah memang benar clinical pathway-nya sudah dijalankan dengan benar,” katanya.

Dia menambahkan, informasi mengenai tindakan medis dan pemberian obat akan tercatat dalam RME. Data tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari informasi yang digunakan fasilitas kesehatan dalam proses klaim pembiayaan kepada BPJS Kesehatan.

“Atau pemberian beberapa obat-obatan yang tidak sesuai dengan clinical pathway-nya. Jadi informasi-informasi yang ada di RME kalau ini sudah masuk, ini akan sangat membantu BPJS untuk memastikan apakah klaimnya itu bisa dilakukan dengan benar,” ujar Menkes.

Jadi Data untuk Riset Kesehatan

Manfaat keempat adalah pemanfaatan data RME untuk penelitian medis. Data yang terkumpul dapat membantu peneliti melihat perbedaan metode penanganan pasien di berbagai fasilitas kesehatan.

Budi mencontohkan penanganan operasi bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG). Rumah sakit tertentu bisa saja memiliki metode penanganan yang membuat pasien dapat menjalani tahapan pemulihan lebih cepat dibandingkan rumah sakit lain.

Menurut Menkes, perbedaan tersebut dapat diteliti untuk menemukan praktik terbaik atau best practices dalam pelayanan kesehatan.

“Jadi riset-riset itu bisa digunakan sehingga kita bisa meningkatkan derajat layanan kesehatan kita dengan mencari best practices-practices dari prosedur-prosedur yang ter-record di rekam medis elektronik ini,” ucapnya.

Budi menilai penerapan RME dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara nasional. Menurut dia, semakin banyak data kesehatan yang terintegrasi, semakin besar peluang pemerintah dan tenaga kesehatan menemukan cara untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

“Sehingga dengan demikian seluruh layanan kesehatan kita secara nasional bisa kita upgrade bersama-sama. Dengan adanya data yang banyak ini, keempat hal itu bisa terjadi,” katanya.

Berpotensi Terintegrasi dengan AI

Ke depan, RME yang terintegrasi dalam SatuSehat juga berpotensi dikembangkan dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Budi menyebut AI nantinya dapat membantu memberikan rekomendasi kepada pasien terkait fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kondisi atau penyakit yang dialami.

“Jadi tujuan utama dari sistem Satu Sehat ini adalah supaya si pasien tahu at any time kondisi kesehatan dia apa. Syukur-syukur nanti kalau ini disambung sama AI bisa kasih rekomendasi. Kalau gini ketemu dokter paru, kalau gini cek ke Puskesmas saja, kalau gini ya beli obat batuk. Siapa tahu nanti kedepannya bisa sampai ke sana. Tapi tujuan utamanya tuh seperti itu,” ujarnya.

Topik Menarik