AHY di Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan posisi Partai Demokrat dalam pemerintahan dapat berubah mengikuti dinamika politik. Namun, dia memastikan komitmen partai terhadap demokrasi harus tetap terjaga.
Hal tersebut disampaikan AHY saat membuka Sarasehan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat di Auditorium Yudhoyono, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut digelar Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat.
AHY mengatakan, Partai Demokrat telah melalui berbagai fase dalam perjalanan politik nasional. Demokrat pernah menjadi bagian dari pemerintahan selama 10 tahun, berada di luar pemerintahan, hingga kembali masuk dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut AHY, berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendewasaan Partai Demokrat. Kendati posisi politik berubah, dia menegaskan komitmen partai terhadap demokrasi tidak boleh ikut berubah.
Kecelakaan Maut Tol Cijago, Sopir Avanza Tewas usai Tabrak Truk yang Berhenti di Bahu Jalan
AHY menyebut ada tiga agenda utama yang menjadi bagian dari perjuangan Partai Demokrat, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan dan menjaga demokrasi.
“Yang jelas, di tengah-tengah perubahan dunia, perubahan politik Indonesia, ada satu hal yang tidak usaha, yaitu demokrat harus selalu dekat dan bersama dengan rakyat. Ini yang menjadi kekuatan perjuangan kita. Ketika kita meninggalkan rakyat, saat itu pula, kita tidak lagi punya relevansi, kita tidak lagi punya kekuatan secara moral untuk bisa berbicara dan memperjuangkan isu apapun,” ujar AHY.
AHY menilai menjaga kedekatan dengan rakyat merupakan hal penting agar Demokrat tetap memiliki relevansi. Karena itu, dia mendorong partai untuk terus mendengarkan aspirasi masyarakat.
Sarasehan HUT ke-25 Demokrat, kata AHY, menjadi salah satu ruang untuk mendapatkan pandangan dan masukan konstruktif dari para tokoh serta akademisi yang hadir.
Dia menegaskan Demokrat tidak ingin hanya mendapatkan pujian atau validasi atas setiap langkah yang telah dilakukan. Kritik dan masukan konstruktif dibutuhkan sebagai bahan evaluasi agar partai dapat terus memahami kebutuhan masyarakat.
Dalam bidang ekonomi, AHY menekankan pentingnya mendorong pertumbuhan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan.
Pertumbuhan ekonomi juga harus tercermin melalui terbukanya lapangan kerja, meningkatnya daya beli masyarakat, berkembangnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta semakin banyak keluarga Indonesia yang mampu meningkatkan taraf hidup.
Sementara dalam aspek keadilan, AHY menilai pembangunan dan pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kepastian hukum serta kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Adapun terkait demokrasi, AHY menilai demokrasi bukan sekadar tujuan akhir. Demokrasi merupakan jalan untuk membawa Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Karena itu, kebebasan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan konstitusi perlu terus dijaga. Dia juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Memasuki 25 tahun berikutnya, AHY mengajak seluruh kader Partai Demokrat tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi turut menulis sejarah baru partai. Demokrat diharapkan semakin dekat dengan rakyat, relevan dengan perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi yang semakin nyata bagi Indonesia.
“Jadi, posisi boleh berubah. Tetapi komitmen terhadap demokrasi tidak boleh berubah,” kata AHY.
Dia menilai perubahan zaman menuntut Partai Demokrat untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Refleksi 25 tahun, menurutnya, menjadi momentum untuk mengambil pelajaran dari perjalanan sebelumnya sekaligus mempersiapkan langkah menghadapi tantangan mendatang.
AHY kembali mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan rakyat sebagai kekuatan utama partai. Perubahan generasi, perkembangan zaman, maupun perubahan posisi politik tidak boleh mengubah orientasi tersebut.
“Gedung boleh berganti, generasi boleh berganti, zaman pasti berubah. Tetapi satu hal tidak boleh berubah, Demokrat harus selalu bersama rakyat,” kata AHY.










