Relawan Prabowo Laporkan Budi Arie ke Bareskrim terkait Percepatan Pemilu 2029
JAKARTA, iNews.id - Relawan Prabowo Subianto melaporkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi ke Bareskrim Polri, Rabu (2/9/2026). Pelaporan itu terkait pernyataan Budi Arie soal pernyataan Pemilu 2029 lebih cepat.
"Hari ini saya akan membuka LP (Laporan Polisi) di Bareskrim Polri di mana kami akan melaporkan saudara BA (Budi Arie) terkait postingannya, unggahannya di salah satu media bahwa mereka sudah mempersiapkan, dalam rangka mempersiapkan pergantian pemimpin atau presiden sebelum tahun 2029," kata Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H. Kurniawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menurut Kurniawan, pernyataan Budi Arie tersebut telah membuat sakit hati seluruh pendukung Prabowo. Padahal, kata Kurniawan, pemerintah tengah fokus menangani permasalahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dan bencana alam.
"Tentunya ini membuat sakit hati para pendukung Prabowo. Di mana kami tengah fokus mengatasi bencana di NTT, kebakaran hutan di Kalimantan maupun di Sumatera," ujar Kurniawan.
Kurniawan menyebut, dalam negara demokrasi memang setiap orang memiliki hak berpendapat. Namun, dia mengklaim kebebasan itu tetap mempunyai batasan.
"Tentu ini sangat mengganggu kami dan kami marah, kami mengecam. Makanya hari ini saya menempuh jalur hukum untuk membuat pelajaran kepada semua rakyat Indonesia bahwa di sebuah negara demokrasi pun ada batasan-batasan yang tidak bisa dilanggar dan dilalui oleh siapa pun dalam bentuk pelanggaran hukum," ucapnya.
Sementara itu, Budi Arie sudah meminta maaf setelah pernyataanya yang viral terkait percepatan sejarah dalam dinamika politik nasional sebelum 2029. Dia menilai pernyataan tersebut menimbulkan spekulasi dan salah tafsir.
Budi Arie menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya, @budiariesetiadi, yang dilihat pada Rabu (26/8/2026).
"Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini, yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi, memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," kata Budi Arie.










