Gus Ipul Geram Cak Imin Sebut NU Terpuruk Dipimpin Alumni HMI: Memprihatinkan

Gus Ipul Geram Cak Imin Sebut NU Terpuruk Dipimpin Alumni HMI: Memprihatinkan

Terkini | inews | Rabu, 2 September 2026 - 15:51
share

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) demisioner, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyayangkan pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) terpuruk dalam lima tahun terakhir. Dia menilai pernyataan Cak Imin yang mengaitkan kondisi NU dengan latar belakang organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai hal yang memprihatinkan.

“Pertama, saya menyayangkan sekali ya Cak Imin kenapa urusan NU direduksi jadi urusan PMII dan HMI. Ini sungguh-sungguh pernyataan yang memprihatinkan menurut saya. Pernyataan yang tidak seharusnya diberikan seorang tokoh seperti Cak Imin ya. Saya menyayangkan betul itu,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Dia juga menyayangkan Cak Imin menyebut nama sejumlah tokoh dalam pernyataannya. Menurut Gus Ipul, hal tersebut semestinya tidak disampaikan meskipun hanya dimaksudkan sebagai candaan.

“Yang kedua juga menyebut juga nama-nama tokoh-tokoh lain yang selayaknya tidak disampaikan oleh Cak Imin meskipun itu mungkin bercanda atau mungkin itu sekadar hanya iseng. Karena ini sungguh-sungguh menjadi perhatian publik ya,” ujarnya.

Gus Ipul juga mempertanyakan sikap Cak Imin yang berulang kali menyebut kepemimpinan PBNU gagal. Dia menegaskan NU merupakan milik bersama sehingga keberhasilan maupun kekurangan organisasi tidak seharusnya dinilai hanya dari satu perspektif.

“Saya menyayangkan sekali kenapa Cak Imin begitu keras bicara soal keberhasilan, kegagalan PBNU dari versinya sendiri ya. Padahal ini adalah milik bersama-sama, kenapa juga harus menyatakan berulang-ulang kepemimpinan PBNU gagal?” kata Gus Ipul.

Menurutnya, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi salah satu bukti proses organisasi berjalan dengan baik. Gus Ipul mengatakan seluruh laporan pertanggungjawaban dapat diterima dalam muktamar tersebut.

“Padahal kita tahu muktamar kemarin ya menerima semua laporan pertanggungjawaban dengan baik, Muktamar juga bisa berjalan dengan baik demokratis ya, semua juga berkontribusi, semua menyampaikan aspirasi termasuk Cak Imin,” ujarnya.

Gus Ipul mengatakan seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, diputuskan melalui mekanisme rapat dan bukan berdasarkan kepentingan pribadi.

“Tentu ini adalah satu keberhasilan bersama bahwa seluruh rangkaian muktamar yang mulai dari perencanaan sampai pelaksanaannya diputuskan melalui rapat. Tidak ada yang dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pribadi,” katanya.

Meski demikian, Gus Ipul mengatakan setiap pihak tetap memiliki hak untuk menilai kinerja PBNU. Namun, penilaian tersebut harus disampaikan berdasarkan fakta dan data.

“Ya boleh saja menyatakan bahwa kurang berhasil dan seterusnya, tetapi hendaknya didasarkan pada fakta, didasarkan pada data yang ada,” tutur Gus Ipul.

Gus Ipul kembali menegaskan penyesalannya atas pernyataan Cak Imin. Dia berharap masyarakat dapat memahami konteks pernyataan tersebut dan menduga pernyataan itu kemungkinan berkaitan dengan kepentingan sesaat.

“Ya untuk itu sekali lagi saya menyesalkan pernyataan itu ya. Menyesalkan, menyayangkan, dan mudah-mudahan ya, mudah-mudahan ini bisa dipahami dengan baik oleh masyarakat. Bisa jadi ini hanya kepentingan sesaat Cak Imin aja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Cak Imin menyoroti kondisi NU dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Dia menilai organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat menghadiri acara bedah buku “Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik, dan Kemasyarakatan” di Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

“Yang jelas terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI, kira-kira gitulah,” ujar Cak Imin.

Cak Imin juga menyebut kondisi NU dalam beberapa bulan terakhir masih banyak diberitakan tidak baik-baik saja. Dia mengajak kader PMII dan warga NU untuk jujur melihat kondisi internal organisasi.

“Perih lima tahun terakhir ini. Saya sebagai kader PMII, sebagai kader NU, melihat cakar-cakaran, rebutan uang di publik,” ucap dia.

Topik Menarik