Erupsi Gunung Semeru Pagi Ini, Kolom Abu Menjulang 500 Meter
LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru kembali memuntahkan abu vulkanik usai erupsi pada Senin (21/9/2026) pukul 10.00 WIB. Letusan ini menyemburkan kolom abu berwarna kelabu tebal setinggi 500 meter dari atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pengamatan Gunung Api Yadi Yuliandi, melaporkan pergerakan abu vulkanik berintensitas tebal tersebut mengarah ke timur laut. Aktivitas vulkanik ini juga terekam jelas oleh alat pendeteksi gempa.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 94 detik," ujarnya dikutip dari badan Geologi, Senin (21/9/2026).
Menyusul erupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung mengeluarkan tiga rekomendasi tegas demi keselamatan warga di lereng Semeru.
Pertama, masyarakat dilarang keras beraktivitas apa pun di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, warga juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan (tepi sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Mitigasi ini sangat krusial karena kawasan itu berpotensi besar terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Kedua, PVMBG melarang seluruh aktivitas warga dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru. Area ini dinilai sangat rawan terhadap ancaman mematikan dari lontaran batu pijar.
Ketiga, masyarakat wajib mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Ancaman ini terutama mengintai aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Warga juga diimbau waspada terhadap potensi lahar susulan pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan.









