Indonesia-Prancis Gelar Dialog Menhan Tahunan Perdana, Bahas Latihan Garuda Guerrier
JAKARTA, iNews.id - Indonesia dan Prancis untuk pertama kalinya menggelar Annual Defense Ministerial Dialogue atau dialog tahunan di tingkat menteri pertahanan. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara hingga 2026 dan awal 2027.
“Pertemuan ini sekaligus merupakan Annual Defense Ministerial Dialogue yang pertama antara kedua negara,” ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin saat menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Sjafrie, pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, tetapi juga hubungan Indonesia dan Prancis secara lebih luas.
“Kita mengharapkan ini menjadi momentum yang paling penting dalam rangka penguatan tidak hanya kerja sama pertahanan, tetapi juga kerja sama antar bangsa Indonesia dan Prancis,” katanya.
Sjafrie mengatakan penguatan hubungan kedua negara juga tidak terlepas dari hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda kerja sama pertahanan. Salah satunya rencana latihan Garuda Guerrier yang akan digelar di Prancis pada November 2026.
“Kehadiran Yang Mulia dalam rangka kita merencanakan latihan Garuda Guerrier di Prancis pada November tahun 2026,” ujar Sjafrie.
Selain latihan Garuda Guerrier, Indonesia dan Prancis juga menyiapkan mekanisme dialog lanjutan yang akan berlangsung di Prancis.
Kerja Sama Rafale dan Scorpene
Pertemuan bilateral tersebut turut membahas perkembangan kerja sama alat utama sistem persenjataan (alutsista) kedua negara.
Sjafrie menyebut penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis ditandai dengan kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia. Selain itu, pembangunan kapal selam Scorpene pertama juga telah dimulai oleh PT PAL Indonesia.
“Kita akan mengapresiasi penguatan kerja sama di bidang alutsista yang ditandai dengan kedatangan Rafale pertama di Indonesia dan dimulainya pembangunan kapal selam Scorpene yang pertama oleh PT PAL,” kata Sjafrie.
Pembangunan kapal selam Scorpene tersebut dilakukan PT PAL bersama perusahaan pertahanan Prancis, Naval Group, di Surabaya.
Kerja sama Indonesia-Prancis juga mencakup pengembangan sumber daya manusia. Sjafrie mengatakan kedua negara akan terus menjalankan pertukaran perwira untuk kepentingan pendidikan dan latihan.
“Kita juga terus akan melaksanakan satu pertukaran perwira dalam rangka sekolah dan latihan, baik itu dalam rangka hubungan institusional maupun dalam rangka hubungan personal to personal contact,” ujarnya.










