Board of Peace Gelontorkan Rp43 Triliun untuk Gaza, 66 Proyek Pemulihan Rampung dalam 6 Bulan
WASHINGTON, iNews.id - Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyiapkan proyek pemulihan besar-besaran untuk Jalur Gaza. Sebanyak 66 proyek akan dijalankan dalam tahap awal selama enam bulan dengan anggaran mencapai 2,45 miliar dolar AS atau sekitar Rp43,6 triliun.
Rencana tersebut mencakup berbagai kebutuhan mendesak di Gaza setelah perang, mulai dari penyediaan hunian sementara, pembersihan puing-puing, perbaikan rumah sakit, hingga pemulihan ekonomi. Proyek itu juga mencakup pengerahan Pasukan Keamanan Internasional.
Portal berita Axios melaporkan, puluhan proyek tersebut merupakan hasil masukan selama setahun dari berbagai pihak yang terlibat dalam Dewan Perdamaian. Lembaga tersebut beranggotakan perwakilan dari 28 negara serta pemerintah teknokratis Palestina.
Seorang pejabat Dewan Perdamaian mengatakan rencana tersebut dirancang untuk membangun kembali Gaza setelah kehancuran akibat perang.
"Rencana ini mengungkap cara membangun pemerintahan dari nol, memulihkan ekonomi yang hancur lebur, serta membangkitkan kembali wilayah yang dilanda kehancuran," kata pejabat tersebut, seperti dikutip Anadolu, Kamis (24/9/2026).
Dewan Perdamaian dibentuk pada Januari 2026 sebagai bagian dari rencana Trump untuk Gaza. Trump juga menjabat sebagai ketua lembaga tersebut.
Inisiatif Dewan Perdamaian itu didukung Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803. Lembaga tersebut bertugas mengawasi masa transisi Gaza, termasuk urusan pemerintahan, keamanan, serta rekonstruksi wilayah tersebut.
Besarnya proyek pemulihan itu tidak terlepas dari skala kehancuran Gaza akibat perang. Serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, berdasarkan data resmi otoritas Gaza.
Sementara itu, data dari pemerintahan Palestina di Tepi Barat menyebut jumlah korban tewas telah menembus 75.000 orang.
Kerusakan infrastruktur juga sangat parah. Sekitar 90 persen infrastruktur Gaza rusak atau hancur, sehingga kebutuhan pemulihan tidak hanya menyangkut pembangunan tempat tinggal, tetapi juga fasilitas kesehatan, ekonomi, pemerintahan, dan keamanan.










