Presiden Mahmoud Abbas: Israel Rampas Tanah Palestina, Rusak Solusi Dua Negara
NEW YORK, iNews.id - Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan kebijakan-kebijakan pemerintahan Israel bisa menyebabkan hancurnya solusi dua negara. Konsep perdamaian yang dicetuskan pada 1990-an itu menempatkan Israel dan Palestina hidup berdampingan.
"Kami telah lama memperingatkan komunitas internasional melalui Majelis Umum PBB (UNGA) dan melalui Dewan Keamanan bahwa kebijakan Israel ini, yang melanggar hukum internasional, akan menghancurkan solusi dua negara," kata Abbas, dalam pidato secara virtual di Sidang Umum PBB, Kamis (24/9/2026).
Kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kata Abbas, mengancam pembentukan Negara Palestina maupun keberadaan Palestina sebagai suatu bangsa yang berdiri di tanahnya sendiri.
Dia menambahkan, perkembangan di Yerusalem Timur, Jalur Gaza, atau Tepi Barat menunjukkan bahwa Israel ingin menguasai wilayah-wiayah tersebut dan mengusir penduduknya.
Sidang Umum PBB ke-81 dimulai pada 8 September. Seperti tradisi, Pekan Tingkat Tinggi diadakan sebagai bagian dari Sidang Umum dan Debat umum digelar pada 22–26 serta 28 September.
Sebagaimana tahun lalu, kali ini Pemerintah AS menolak visa masuk Abbas, termasuk para pejabat Pemerintah Otoritas Palestina dan anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).









