Temuan Mengejutkan! Tahu Menu MBG di Takalar Mengandung Boraks, 4 Guru Gatal-Gatal
TAKALAR, iNews.id - Penemuan bahan berbahaya mencoreng penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Takalar menunjukkan tahu yang disajikan dalam paket MBG positif mengandung boraks.
Penemuan tersebut diketahui setelah empat guru di salah satu sekolah yang menerima menu MBG mengalami gatal-gatal usai menyantap makanan yang dibagikan. Dinas Kesehatan kemudian mengambil sampel tahu dan ayam untuk diperiksa di laboratorium.
Menu MBG itu disalurkan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Topejawa ke sejumlah sekolah dasar, salah satunya SD Negeri 58 Lengkese, Desa Lengkese, Kecamatan Mangngara' Bombang, Takalar.
Sebanyak 97 paket MBG yang didistribusikan ke sejumlah sekolah diketahui menggunakan tahu sebagai salah satu lauk. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tahu tersebut dinyatakan positif mengandung boraks.
Penemuan itu membuat sejumlah siswa memilih tidak mengonsumsi makanan yang telah dibagikan. Paket MBG yang dikembalikan siswa kemudian dibuang karena mereka khawatir dengan kandungan bahan berbahaya tersebut.
Sementara itu, Kepala SPPG Topejawa Kabupaten Takalar, Alwi menyatakan pihaknya selama ini memastikan makanan yang disajikan dalam program MBG dalam kondisi bersih dan sehat.
"Kami di SPPG Topejawa yakin bahwa menu kami aman maka kami berinisiatif untuk memmanggi dinas kesehatan dan Labkesda untuk mengambil sampel kami, namun saat pengujian ternyata ditemukan kandungan boraks pada menu tahu," ujar Alwi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dr. Nilal Fauziah membenarkan hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan tersebut.
Dia menyebut kandungan boraks ditemukan pada tahu yang menjadi lauk dalam paket MBG. "Ada dua bahan yang kami periksa, yaitu tahu dan ayam. Tahunya mengandung boraks dan juga kami lakukan pemeriksaan terhadap formalin tetapi keduanya negatif," ucap dr. Nilal Fauziah.
Dinas Kesehatan Takalar selanjutnya mengimbau petugas SPPG agar lebih dahulu memeriksa sampel makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan makanan yang dibagikan dalam program MBG aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya.









