Kemenag Buka Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Hadiah Kesempatan Bertemu Prabowo

Kemenag Buka Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Hadiah Kesempatan Bertemu Prabowo

Terkini | inews | Senin, 28 September 2026 - 04:00
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama (Kemenag) membuka sayembara Surat Santri untuk Presiden bagi santri di seluruh Indonesia dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Lewat karya surat, santri dapat menyampaikan gagasan, harapan, dan pesan kepada Presiden Republik Indonesia.

Sayembara tersebut digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kemenag RI sebagai ruang bagi santri untuk menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan dan masa depan bangsa.

Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, mengatakan sayembara ini diharapkan menjadi ruang bagi santri untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai persoalan dan masa depan bangsa.

“Santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga memiliki gagasan tentang Indonesia ke depan. Melalui surat ini, kami ingin memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan suara, harapan, dan gagasannya secara langsung kepada Presiden,” kata Basnang Said dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

Menurut dia, tradisi menulis menjadi bagian penting dalam kehidupan pesantren. Karena itu, “Surat Santri untuk Presiden” tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana mendorong santri menuangkan pikiran dan aspirasi melalui tulisan.

“Kami ingin melihat bagaimana santri membaca zaman, melihat persoalan bangsa, sekaligus menawarkan harapan dan gagasan dari perspektif mereka,” ujarnya.

Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan peserta dapat memilih satu dari tiga tema yang telah ditentukan. Ketiga tema tersebut yakni Aspirasi tentang Pendidikan, Kepedulian terhadap Lingkungan, dan Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat.

Surat yang dikirim peserta maksimal 700 kata atau dua halaman A4. Karya harus ditulis tangan menggunakan pulpen berwarna hitam atau biru, kemudian dipindai dan dikirim dalam format PDF.

Karya juga harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil plagiasi, serta belum pernah menjadi juara dalam kompetisi lain.

“Pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email, harisantri2026@kemenag.go.id pada 25 September sampai 2 Oktober 2026. Peserta mengirimkan data diri, identitas pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri, pilihan tema, naskah surat dalam format PDF, serta pernyataan keaslian karya,” jelas Yusi.

Para pemenang Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” akan mendapatkan kesempatan hadir dalam Malam Bhakti Santri untuk Negeri, yang menjadi malam puncak peringatan Hari Santri 2026. Acara tersebut akan mengundang Presiden Prabowo Subianto.

Topik Menarik