Kecelakaan Maut Bus Terguling di Jalintim Mesuji Lampung, 3 Tewas 25 Luka-Luka

Kecelakaan Maut Bus Terguling di Jalintim Mesuji Lampung, 3 Tewas 25 Luka-Luka

Nasional | inews | Senin, 28 September 2026 - 20:24
share

MESUJI, iNews.id – Kecelakaan maut bus terguling terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim), tepatnya di Desa Wira Bangun, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, Senin (28/9/2026). Akibat kejadian itu, tiga orang tewas dan 25 penumpang lainnya luka-luka. 

Petugas gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan proses evakuasi dramatis untuk mengeluarkan para korban dari dalam bangkai bus yang terguling di badan jalan.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, kecelakaan maut ini bermula saat bus penumpang tersebut melaju dari arah Bandar Lampung menuju ke arah Palembang. 

Setibanya di lokasi kejadian dengan kondisi jalan yang menikung, bus mendadak oleng dan hilang kendali. Kendaraan berukuran besar tersebut kemudian terbalik dan terguling keras di badan jalan.

Kerasnya benturan membuat kondisi bodi bus mengalami kerusakan parah dan ringsek. Diduga kuat, kecelakaan tunggal ini dipicu oleh pengemudi bus yang mengantuk saat mengendalikan laju kendaraan. 

"Bus melaju dari arah Bandar Lampung menuju Palembang. Saat melintas di jalan menikung, kendaraan oleng dan hilang kendali hingga terguling. Dugaan sementara pengemudi bus dalam kondisi mengantuk," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Mesuji, Ipda Ferdiansyah, Senin (28/9/2026).

Dia mengatakan, tiga orang penumpang dilaporkan meninggal dunia di tempat. Sementara itu, 25 korban luka-luka langsung dievakuasi petugas bersama warga ke Puskesmas Wira Bangun untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Pengemudi bus yang terlibat kecelakaan maut tersebut justru menghilang dari lokasi kejadian dan diduga sengaja melarikan diri usai insiden terjadi. 

Saat ini kasus kecelakaan tunggal tersebut ditangani penuh oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Mesuji. Petugas telah memeriksa sejumlah saksi di TKP serta melakukan perburuan terhadap sopir bus yang kabur untuk meminta pertanggungjawaban hukum.

Topik Menarik