Kampung Affiliate Pagerbarang Tegal, Meretas Asa Ekonomi Digital dari Sudut Desa

Kampung Affiliate Pagerbarang Tegal, Meretas Asa Ekonomi Digital dari Sudut Desa

Nasional | inews | Rabu, 30 September 2026 - 05:30
share

SLAWI, iNews.id – Di tengah sejuknya suasana pedesaan di Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Jawa Barat, sebuah gerakan ekonomi kreatif tumbuh perlahan namun pasti. 

Desa Pagerbarang kini bertransformasi menjadi wadah bertumbuhnya "Komunitas Affiliator Berdikari". Sebuah kelompok swadaya masyarakat yang sukses menggerakkan roda perekonomian lokal melalui pemanfaatan platform e-commerce dan media sosial. 

Keberhasilan Komunitas Affiliator Berdikari meretas asa warga desa itu tidak lepas dari tangan dingin sosok M Akbar Ismail. 

Berawal dari niat mengubah nasib usai mengalami psikosomatis, Akbar secara otodidak belajar pemasaran digital atau affiliate dari TikTok dan YouTube. 

“Saya belajar affiliate itu otodidak. Itu sejak saya kena psikosomatis rasa trauma yang mendalam hingga tidak berani keluar rumah. Akhirnya saya coba-coba belajar affiliate sendiri,” katanya kepada iNews.id, Selasa (29/9/2026).

Usaha Akbar secara perlahan namun pasti mulai membuahkan hasil. Dia pun mulai menularkan ilmu pemasaran digital ke saudara dan tetangga rumah.

“Saya ajari ibu, bibi dan saudara-saudara. Awalnya pada nggak mau, tapi setelah dicoba dan berhasil dapat uang akhirnya pada tertarik. Waktu awal itu dapat Rp600.000 sehari. Sejak itu, tetangga-tetangga mulai ikut belajar (affiliate),” ujarnya.

Emak-emak Komunitas Affiliator Berdikari memasarkan produk melalui online di Desa Pagerbarang, Kabupaten Tegal. (Foto: iNews.id/Repro: Akbar ismail)

Dibantu sang istri, Titi Murtafingah, Akbar dengan sabar mengajari warga yang ingin belajar affiliate agar lebih melek teknologi pemasaran digital mulai dari cara membuat akun, konten hingga live streaming affiliate.

Akbar yang sebelumnya pernah bekerja sebagai relawan sosial pun menyiapkan narasi konten dan Wi-fi gratis kepada warga yang belajar. “Semuanya saya siapkan gratis. Karena niat saya ingin membantu sesama,” ucapnya.

Sebagai inisiator Komunitas Affiliator Berdikari, Akbar berhasil membimbing ribuan warga desa mulai dari pemuda putus sekolah, pengangguran hingga ibu rumah tangga agar mampu menghasilkan pendapatan mandiri dari rumah.

Melalui motto “Mengubah Nasib Menjemput Kemakmuran”, Akbar juga secara tidak langsung mengentaskan kemiskinan sekaligus mengangkat keterpurukan ekonomi masyarakat desa. 

“Banyak anggota kami ini yang sebelumnya ekonominya amburadul. Selain banyak yang pengangguran, juga banyak yang terlilit utang. Alhamdulillah, setelah gabung affiliate, ekonomi mereka semakin membaik,” katanya.

Akbar menegaskan, seluruh aktivitas edukasi, pelatihan, dan pendampingan di dalam komunitasnya dilakukan secara sukarela tanpa memungut biaya sepeser pun.

"Masyarakat Kabupaten Tegal dari mana saja dipersilakan jika ingin bergabung dan belajar bersama. Seluruh kegiatan kami lakukan secara sukarela tanpa dipungut biaya sepeser pun," katanya.

Bagi warga dari luar Jawa, Akbar pun menyediakan rumahnya sebagai tempat menginap sekaligus belajar affiliate tanpa dipungut biaya. “Kalau yang luar Jawa, mereka menginap untuk belajar sampai bisa,” ucapnya.

Kini, komunitas belajar pemasaran digital swadaya ini mencatat lonjakan pesat hingga kini merangkul hampir 1.600 anggota dari berbagai wilayah.

Rata-rata penghasilan anggota komunitas affiliate ini pun cukup menggiurkan yakni berkisar Rp200.000 hingga Rp3 juta per hari..

“Minimal itu sehari Rp150.000. Itu kalau hanya punya satu akun ya. Kalau punya 10 akun ya bisa sampai Rp3 juta lebih,” katanya.

Perkembangan komunitas yang sangat pesat kini membuat anggotanya tidak hanya terbatas dari wilayah Tegal dan sekitarnya, tetapi juga merambah ke pelbagai daerah di luar Pulau Jawa di antaranya, Lampung, Palembang, Balikpapan dan Pontianak.

Menariknya, kemandirian ekonomi warga kian terlihat ketika banyak dari mereka mulai mampu menata studio pembuatan konten sederhana di kediaman masing-masing.

"Alhamdulillah utamanya orang-orang sekitar ini rata-rata sudah pada berjalan, sudah punya studio masing-masing di rumah. Kalau produk di rumah tidak ada, baru bikin kontennya bareng-bareng sama teman-teman yang lain di sini," kata Akbar.

Akbar pun berharap keberhasilannya membangun komunitas affiliate bisa memotivasi desa-desa lain di Kabupaten Tegal agar makin terbuka terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif dan produktif.

“Harapan saya, tiap kecamatan ada komunitas affiliate. Sehingga, bisa membantu meningkatkan perekonomi masyarakat,” katanya.

Akbar juga berharap kepada pemerintah memberikan pelatihan-pelatihan pemasaran digital kepada masyarakat.

Keberhasilan Akbar membangun komunitas affiliate berdikari menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Tegal. Mengusung misi “Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang Lebih Berkualitas, Produktif Dan Berbudaya”, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tegal memilih Desa Pagerbarang sebagai chapter pembuka dalam program inovatif bertajuk Diskominfo Goes to Village.

Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah daerah untuk mewujudkan Visi Bupati Tegal, yakni “Tegal Maju dan Tangguh”. 

Melalui kolaborasi antara Diskominfo dan Pemerintah Desa Pagerbarang, dirancanglah pelatihan IT intensif bertajuk “Strategi Cuan Tapi Aman di Era Digital”. 

Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk mempertajam naluri bisnis digital warga, melainkan juga membentengi mereka dari ancaman kejahatan siber. 

Melalui sinergi antara semangat swadaya warga dan fasilitasi dari pemerintah daerah, Kampung Affiliate Pagerbarang kini berdiri tegak sebagai simbol inklusi digital sekaligus membuktikan bahwa dari celah desa yang tenang, asa ekonomi baru bisa dipintal dengan tangguh.

Komdigi Usung 3 Pilar Infrastruktur hingga Literasi Digital

Keberhasilan Akbar Ismail membangun kampung affiliate itu sejalan sekaligus mendukung program pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berkomitmen penuh mendukung peningkatan inklusi keuangan di Tanah Air. Komitmen ini diwujudkan melalui tiga pilar utama, yakni pembangunan infrastruktur digital, penguatan literasi digital, serta penyiapan regulasi yang inklusif.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi terkini seperti kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dapat menjadi jembatan strategis dalam menciptakan layanan keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Teknologi Jadi Jembatan Formalisasi Keuangan UMKM

Nezar menekankan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini tidak sekadar berfungsi sebagai alat bantu operasional semata, melainkan instrumen pemerataan ekonomi nasional.

Penggunaan AI dan teknologi digital dinilai mampu membuka akses sistem keuangan formal bagi sektor mikro, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok rentan yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan (unbanked).

"Teknologi bukan hanya alat, melainkan jembatan yang menghubungkan jutaan masyarakat, termasuk UMKM dan kelompok rentan, ke dalam satu sistem keuangan yang formal," ujar Wamenkomdigi Nezar Patria dalam acara Indonesia International Financial Inclusion Summit (IFIS) 2025 di Jakarta.

Guna memastikan percepatan inklusi keuangan digital dapat berjalan optimal dan aman, Kementerian Komdigi memfokuskan pengerjaan pada tiga pilar utama yakni, pembangunan Infrastruktur Digital: Memperluas jaringan dan konektivitas internet hingga ke pelosok daerah guna memangkas jurang digital. 

Penguatan Literasi Digital, dengan memberikan edukasi pemanfaatan teknologi dan keuangan digital yang aman agar masyarakat terhindar dari kejahatan siber maupun penipuan finansial.

Penyiapan Regulasi Inklusif: Menyusun payung hukum dan kebijakan yang adaptif terhadap inovasi teknologi sekaligus melindungi hak-hak konsumen.

Melalui sinergi tiga pilar tersebut dan pemanfaatan AI, pemerintah optimistis tingkat inklusi keuangan nasional akan terus meningkat secara signifikan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Topik Menarik