Keributan di Kafe Semarang Libatkan Pengacara Berujung Saling Lapor

Keributan di Kafe Semarang Libatkan Pengacara Berujung Saling Lapor

Nasional | inews | Rabu, 30 September 2026 - 10:37
share

SEMARANG, iNews.id - Keributan yang melibatkan sejumlah orang di depan sebuah kafe di Jalan Veteran, Kota Semarang, Jawa Tengah, berujung saling lapor ke polisi. Perkara ini bermula dari cekcok yang kemudian berkembang menjadi perkelahian.

Peristiwa yang terjadi pada 1 Agustus 2026 itu sebelumnya viral di media sosial. Nathan dilaporkan dalam dugaan pengeroyokan terhadap pengacara berinsial MHR.

Kini, Nathan melalui kuasa hukumnya melaporkan balik MHR dan seorang rekannya berinisial ADZ ke Polrestabes Semarang.

Dalam rekaman yang ditunjukkan tim kuasa hukum Nathan, keributan bermula ketika terjadi cekcok antara rekan pengacara MHR dengan seorang pria berbaju putih.

Cekcok tersebut kemudian berubah menjadi aksi pemukulan terhadap pria berbaju putih. MHR yang berada di lokasi terlihat ikut terlibat dalam perkelahian tersebut.

Saat keributan berlangsung, Nathan keluar dari kafe. Ketika melihat perkelahian, dia sempat tidak melakukan tindakan apa pun.

Namun, setelah melihat MHR terlibat dalam perkelahian, Nathan kemudian berusaha melerai dan menjauhkan MHR dari kerumunan.

Nathan menarik bagian leher MHR untuk membawanya menjauh dari lokasi perkelahian. Dalam rekaman tersebut, Nathan kemudian menjatuhkan MHR setelah terjadi kontak fisik di antara keduanya.

Menurut kuasa hukum Nathan, tindakan tersebut dilakukan setelah Nathan terlebih dahulu mendapat pukulan dan sikutan ketika berusaha menghentikan keributan.

Kuasa hukum Nathan, Zaenal Abidin Petir, mengatakan kliennya tidak bermaksud melakukan pengeroyokan terhadap MHR.

"Setelah kami lihat video utuhnya, ternyata Nathan tidak melakukan pengeroyokan. Justru, Nathan dikeroyok saat melerai. Pengeroyokan diduga dilakukan pengacara MHR," ujarnya, Rabu (30/9/2026).

Setelah berupaya melerai, Nathan justru terlibat keributan dengan sejumlah orang yang disebut merupakan rekan MHR.

Dalam rekaman CCTV yang ditunjukkan tim kuasa hukum, terlihat seorang pria mengambil kacamata Nathan. Kacamata tersebut kemudian disebut dirusak dan dibuang.

Zaenal mengatakan Nathan sebenarnya berusaha membantu seorang anggota TNI yang menurut versinya juga menjadi korban dalam keributan tersebut.

"Nathan menyelamatkan anggota TNI yang dikeroyok MHR beserta teman-temannya. Nathan melerai dan mengajak menjauh dari pengeroyokan dengan merangkul dari tempat perkelahian. Saat itu Nathan perutnya dipukul, disikut, kemudian Nathan membela diri dengan menjatuhkannya supaya tidak melakukan pemukulan secara brutal," ucapnya.

Peristiwa tersebut kemudian berlanjut ke ranah hukum. Sebelumnya, Nathan dilaporkan MHR terkait dugaan pengeroyokan.

Pihak Nathan kemudian membuat laporan balik terhadap MHR dan seorang pria berinisial ADZ ke Polrestabes Semarang. Laporan tersebut dibuat karena Nathan mengaku menjadi korban pengeroyokan setelah berusaha melerai keributan.

Zaenal mengatakan laporan awal terhadap Nathan dibuat berdasarkan potongan rekaman CCTV yang hanya memperlihatkan bagian ketika Nathan menarik leher MHR.

"Jadi hari ini kami beserta tim pengacara Nathan yang waktu lalu dilaporkan dugaan pengeroyokan dan ada framing Nathan mengeroyok salah satu pengacara berinisial MHR," ujarnya.

Menurut Zaenal, potongan rekaman tersebut tidak memperlihatkan rangkaian peristiwa secara keseluruhan. Karena itu, pihaknya membawa rekaman CCTV yang lebih lengkap untuk memberikan gambaran mengenai kejadian sebelum Nathan menarik MHR.

"Tadi video sudah jelas, tidak ada tindakan atau perbuatan yang dilakukan Nathan, yang dianggap sebagai tindakan pengeroyokan, justru sebaliknya," katanya.

Zaenal berharap rekaman CCTV secara utuh dapat menjadi bahan bagi polisi untuk melihat peristiwa secara menyeluruh.

"Framingnya, Nathan anak pengusahan mengeroyok pengacara. framingnya luar biasa," katanya.

Topik Menarik