Deretan Miliarder Baru Lahir dari IPO Tahun Ini, Siapa Saja?
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 10 miliarder baru lahir dari gelombang penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sepanjang 2026. Mereka berasal dari perusahaan kecerdasan buatan (AI), robotika, semikonduktor, komputasi kuantum hingga antariksa.
Berdasarkan data Forbes per 30 September 2026, kekayaan 10 miliarder tersebut berkisar dari 1,4 miliar dolar AS atau setara Rp25,04 triliun (kurs Rp17.891 per dolar AS) hingga 10,2 miliar dolar AS atau Rp182,48 triliun.
Pasar IPO global sendiri menunjukkan penguatan sepanjang tahun ini. Menurut EY, dana yang dihimpun melalui IPO secara global melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi 186,8 miliar dolar AS pada semester I 2026, meski jumlah perusahaan yang melantai turun 12 persen menjadi 483 perusahaan.
Besarnya nilai IPO terutama didorong transaksi jumbo dan meningkatnya minat investor terhadap perusahaan yang bergerak di sektor AI serta infrastruktur pendukungnya.
Berikut 10 miliarder yang masuk jajaran orang terkaya setelah perusahaan mereka menggelar IPO pada 2026 dilansir dari Forbes:
1. Liu Debing - Rp182,48 Triliun
Liu Debing merupakan ketua sekaligus salah satu pendiri perusahaan model AI China, Z.ai. Pria berusia 50 tahun itu mendirikan perusahaan tersebut bersama Zhang Peng pada 2019.
IPO Z.ai di Bursa Hong Kong pada Januari 2026 menghimpun 560 juta dolar AS atau sekitar Rp10,02 triliun. IPO tersebut membuat Liu masuk jajaran miliarder.
Forbes memperkirakan kekayaan Liu mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp182,48 triliun per 30 September 2026.
Z.ai sebelumnya bernama Knowledge Atlas Technology dan berganti nama pada Juli 2026. Investor awal perusahaan antara lain Alibaba, Tencent, Hillhouse, Qiming Venture Partners dan sejumlah dana pemerintah China.
2. Wang Xingxing - Rp146,71 Triliun
Wang Xingxing, 36 tahun, merupakan pendiri sekaligus CEO Unitree Robotics, perusahaan asal Hangzhou yang membuat robot berkaki empat dan robot humanoid.
Unitree melantai di bursa pada Agustus 2026 dan menghimpun 905 juta dolar AS atau sekitar Rp16,19 triliun. IPO tersebut menjadikan Unitree sebagai produsen robot humanoid pertama di China yang melantai di bursa sekaligus membuat Wang menjadi miliarder.
Perusahaan mengirimkan 5.511 robot humanoid sepanjang 2025, melonjak lebih dari 10 kali lipat dibandingkan 2024.
3. Luke Nosek - Rp100,19 Triliun
Luke Nosek merupakan salah satu pendiri PayPal dan investor modal ventura yang turut mendirikan Founders Fund serta Gigafund.
Pria berusia 51 tahun itu telah menjadi anggota dewan SpaceX sejak 2008, ketika dirinya bersama Founders Fund pertama kali berinvestasi di perusahaan roket milik Elon Musk.
Dokumen SpaceX pada Mei 2026 telah mengungkap status Nosek sebagai miliarder sebelum perusahaan melakukan IPO jumbo senilai 86 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.538,63 triliun pada Juni 2026.
Forbes memperkirakan kekayaan Nosek mencapai 5,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100,19 triliun.
4. Yan Junjie - Rp42,94 Triliun
Yan Junjie merupakan pendiri, ketua sekaligus CEO MiniMax Group, perusahaan pengembang model AI asal China.
Pria berusia 37 tahun itu sebelumnya bekerja di SenseTime selama lebih dari enam tahun sebelum mendirikan MiniMax pada 2021.
IPO MiniMax di Hong Kong pada Januari 2026 menghimpun 618 juta dolar AS atau sekitar Rp11,06 triliun dan membuat Yan menjadi miliarder.
5. Tang Jie - Rp39,36 Triliun
Tang Jie adalah salah satu pendiri sekaligus kepala ilmuwan Z.ai. Dia mendirikan perusahaan tersebut bersama Liu Debing pada 2019.
Pria berusia 49 tahun itu juga merupakan profesor ilmu komputer di Tsinghua University dan peneliti di bidang artificial general intelligence (AGI).
IPO Z.ai pada Januari 2026 membuat kekayaannya melonjak hingga sekitar 2,2 miliar dolar AS atau Rp39,36 triliun.
6. Wang Bing - Rp35,78 Triliun
Wang Bing merupakan ketua sekaligus CEO Chongqing Genori Technology, perusahaan yang mengembangkan komponen dan teknologi untuk industri semikonduktor.
Pria berusia 46 tahun itu menghabiskan sekitar satu dekade bekerja sebagai insinyur dan manajer penjualan di sejumlah perusahaan semikonduktor.
IPO perusahaan di Shanghai pada Juni 2026 menghimpun 255 juta dolar AS atau sekitar Rp4,56 triliun. Setelah sahamnya melonjak hampir 1.200 persen, kekayaan Wang meningkat hingga sekitar 2 miliar dolar AS atau Rp35,78 triliun.
7. Ilyas Khan - Rp33,99 Triliun
Ilyas Khan, 64 tahun, merupakan pendiri Quantinuum, perusahaan komputasi kuantum yang terbentuk pada 2021 setelah unit komputasi kuantum Honeywell bergabung dengan startup Cambridge Quantum Computing miliknya.
IPO Quantinuum di Nasdaq pada Juni 2026 menghimpun 1,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp30,41 triliun. Khan menjadi miliarder berkat kepemilikannya sekitar 15 persen di perusahaan tersebut.
Forbes memperkirakan kekayaannya mencapai 1,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,99 triliun.
8. Andrew Feldman - Rp30,41 Triliun
Andrew Feldman merupakan salah satu pendiri sekaligus CEO Cerebras Systems, perusahaan pembuat chip AI.
Feldman mendirikan perusahaan tersebut pada 2016 dan memiliki sekitar 5 persen saham serta opsi saham. IPO Cerebras di Nasdaq pada Mei 2026 menghimpun 5,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100,19 triliun dengan harga saham 185 dolar AS.
IPO tersebut membuat Feldman, 57 tahun, menjadi miliarder dengan kekayaan sekitar 1,7 miliar dolar AS atau Rp30,41 triliun.
Salah satu pendiri sekaligus Chief Technology Officer Cerebras, Sean Lie, juga sempat menjadi miliarder setelah IPO tersebut, tetapi kemudian keluar dari daftar miliarder.
9. Sun Aixiang - Rp30,41 Triliun
Sun Aixiang merupakan ketua Shenzhen HFC, perusahaan pembuat material untuk mengelola panas yang banyak digunakan pada chip AI, modul optik dan peralatan pusat data.
Pria berusia 58 tahun itu sebelumnya menghabiskan hampir 20 tahun menjual produk plastik dan perekat sebelum mendirikan Shenzhen HFC bersama saudara iparnya, Zhao Jianping, pada 2003.
IPO Shenzhen HFC di Shenzhen pada September 2026 menghimpun 215 juta dolar AS atau sekitar Rp3,85 triliun. Lonjakan saham pada hari pertama perdagangan membuat Sun menjadi miliarder dengan kekayaan sekitar 1,7 miliar dolar AS atau Rp30,41 triliun.
Zhao juga menjadi miliarder dengan kekayaan sekitar 1,3 miliar dolar AS atau Rp23,26 triliun.
10. Bret Johnsen - Rp25,05 Triliun
Bret Johnsen, 57 tahun, merupakan Chief Financial Officer SpaceX. Dia bergabung dengan perusahaan tersebut pada 2011 setelah sebelumnya bekerja di perusahaan semikonduktor Mindspeed Technologies.
IPO SpaceX senilai 86 miliar dolar AS pada Juni 2026 membuat Johnsen masuk jajaran miliarder baru. Forbes memperkirakan kekayaannya mencapai 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp25,05 triliun berdasarkan kepemilikan sekitar 0,07 persen di SpaceX, termasuk opsi saham.
Johnsen dan Luke Nosek menjadi dua miliarder baru yang terungkap setelah dokumen IPO SpaceX.
Gelombang IPO 2026 menunjukkan dua pola berbeda dalam penciptaan kekayaan. Amerika Serikat dan Inggris menghasilkan miliarder melalui penawaran saham berukuran sangat besar, sementara China menciptakan lebih banyak miliarder melalui IPO yang nilainya relatif lebih kecil tetapi kepemilikannya lebih terkonsentrasi.
Meski demikian, dia mengingatkan adanya risiko valuasi karena tingginya ekspektasi terhadap perusahaan teknologi dan AI.









