Menteri Perminyakan Iran Tiba-Tiba Mundur, Ada Apa?
TEHERAN, iNews.id - Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengundurkan diri, Minggu (4/10/2026). Pengunduran dirinya berlangsung di tengah sanksi keras Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya, khususnya menargetkan sektor energi.
Wakil Kepala Komunikasi Kantor Kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabaei, mengatakan Presiden Masoud Pezeshkian menerima pengunduran diri Paknejad.
Hamid Bovard ditunjuk sebagai menteri perminyakan sementara untuk mengawasi urusan kementerian. Dia sebelumnya menjabat sebagai direktur perusahaan perminyakan negara, Perusahaan Minyak Nasional Iran, serta menghabiskan sebagian besar kariernya di bidang operasi ladang minyak.
Tidak ada alasan yang disampaikan terkait pengunduran diri Paknejad.
Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent pada Sabtu pekan lalu mengatakan, Iran tidak mengirim minyak lagi, merujuk dari tidak adanya kapal tanker yang keluar. Dia memastikan Iran tak menghasilkan apa pun dari program minyaknya.
Departemen Keuangan AS pada 25 Agustus mengumumkan Operasi Ekonomi terhadap Iran, kampanye sanksi ekonomi bertujuan mengisolasi negara itu dari sistem keuangan dan perdagangan global.










