Lionel Messi Gabung Latihan Timnas Argentina, Persiapan Laga Penutup Karier

Lionel Messi Gabung Latihan Timnas Argentina, Persiapan Laga Penutup Karier

Olahraga | inews | Senin, 5 Oktober 2026 - 12:42
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan TNI untuk mewaspadai ancaman terhadap Indonesia yang kini tidak hanya berupa serangan fisik, tetapi juga datang melalui siber, disinformasi, dan berita bohong.Pesan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Prabowo menilai kekuatan sebuah tentara tidak hanya ditentukan oleh persenjataan dan anggaran. Menurut dia, semangat serta jiwa rela berkorban menjadi bagian penting dari kekuatan pertahanan sebuah negara.

"Tidak hanya alat, tidak hanya anggaran, yang paling penting adalah semangat, jiwa rela berkorban. Tentara yang punya jiwa rela berkorban, bangsa yang rela berkorban, rakyat yang tangguh, rakyat yang berani, itulah kekuatan suatu bangsa," kata Prabowo.

Ia menegaskan Indonesia menghormati seluruh bangsa, negara, dan kekuatan lain. Namun, dia menyampaikan Indonesia tidak ingin diganggu dan akan terus menjaga rakyat, wilayah, serta kekayaan nasional.

"Kita hormati semua bangsa, semua negara, semua kekuatan. Tetapi, kita tidak mau diganggu. Kita ingin selalu menjaga rakyat kita, kita ingin selalu menjaga wilayah kita, kita ingin selalu menjaga kekayaan kita," ucap dia.

Dia menuturkan pembangunan TNI diarahkan untuk melindungi kepentingan rakyat, termasuk menghapus kemiskinan dan kelaparan serta menjaga masa depan generasi mendatang.

"Demi kesejahteraan rakyat kita, demi kita hilangkan kemiskinan dan kelaparan dari bumi Indonesia, demi masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita. Kita membangun TNI adalah untuk itu, untuk membela diri, untuk menjaga rakyat kita," katanya.

Eks Menteri Pertahanan ini kemudian menyoroti kondisi geopolitik dunia yang dinilai penuh gejolak dan ketidakpastian. Dia mengingatkan ancaman terhadap Indonesia bisa muncul tanpa bentuk serangan fisik.

"Kita tidak tahu kapan ancaman kepada kita akan menjadi nyata. Sekarang ancaman tidak hanya fisik. Kita bisa diserang dan sudah mulai diserang melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh," ungkapan.

Selain ancaman siber dan informasi, Prabowo menyinggung gangguan terhadap ekonomi, pencurian kekayaan nasional, serta penyelundupan.

"Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri. Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia. Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita," tutur Prabowo.

Menurut Prabowo, perang pada masa kini tidak selalu hadir dalam bentuk konflik fisik. Karena itu, dia meminta TNI terus meningkatkan kemampuan melalui pembelajaran dan latihan.

Prabowo juga meminta TNI menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan bentuk ancaman yang terus berubah. Dia menekankan pentingnya profesionalisme, respons cepat, inovasi, adaptasi, penguasaan teknologi, serta prestasi prajurit.

"TNI harus menjadi kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, adaptif. TNI sekarang harus menguasai teknologi, TNI sekarang harus mengutamakan prestasi," tutup Prabowo.

Topik Menarik