Perjuangan PDIP Buka Klinik Rakyat Usai Vakum 15 Tahun karena Terkendala Izin
JAKARTA - Klinik Waluya Sejati Abadi yang berada di Jalan Tipar Gede, Sukabumi, Jawa Barat, resmi beroperasi kembali untuk melayani masyarakat kecil. Peresmian ini bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-53 PDIP.
Gedung yang dahulu dikenal sebagai Rumah Sakit Pelita Rakyat (RSPR) diresmikan oleh Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pada tahun 2011.
Namun, pada tahun 2015, fasilitas kesehatan yang menjadi tumpuan harapan rakyat kurang mampu ini dipaksa berhenti beroperasi karena kendala perizinan yang alot dengan pemerintah daerah saat itu.
Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan sekaligus inisiator klinik, Ribka Tjiptaning Proletariyati, mengenang masa-masa sulit tersebut dengan emosional. Ia menceritakan bagaimana dirinya sempat menangis di hadapan Megawati karena niat tulus melayani rakyat tanpa pungutan biaya justru dihambat oleh birokrasi.
Peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh, Ribuan Warga Ziarah ke Kuburan Massal Doakan Para Syuhada
"Saya menangis kepada Mbak Mega, saya bilang, 'Mbak kok lucu ya, mau berbuat baik sama rakyat saja kok susah. Kan tidak diminta uang.' Terus Ibu Ketua Umum cuma sederhana menjawab: 'Neng, kamu lihat cucumu belajar berjalan,” ujar Ribka menirukan pesan Megawati, dikutip Senin, (26/1/2026).
“Pasti langkah pertama itu dia akan terjatuh dan terluka. Tapi kalau cucumu tidak ada keberanian melangkah pertama, tidak akan ada seribu langkah berikutnya. Karena langkah pertama itu menentukan arah dan tujuan,"sambungnya.
Setelah melewati kesabaran, Ribka kini bisa tersenyum melihat klinik tersebut kembali melayani rakyat dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni Rp25 ribu untuk berobat jalan dan Rp50 ribu untuk persalinan hingga pulang.
"Kalau dia tidak punya uang, yang bayar DPC PDI Perjuangan. Di sini semua dilayani dengan senyum tanpa diskriminasi," tegasnya.
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menambahkan, kehadiran klinik ini adalah bukti nyata dari tema HUT partai tahun ini, Satyam Eva Jayate atau Kebenaran Pasti Menang. Hasto menekankan bahwa bagi PDIP, kemanusiaan selalu berada di atas kalkulasi politik elektoral.
Kata Hasto, klinik ini harus menjadi tempat di mana rakyat merasa dimanusiakan. Hadirnya klinik ini akan menjadi bagian dari PDIP untuk bersikap progresif dalam menyelamatkan rakyat.
“Sedangkan tangan kanan kita adalah manajemen pelayanan dengan tulus tanpa diskriminasi. Di klinik ini, rakyat tidak ditanya berapa kekayaanmu, tetapi rakyat ditanya apa penyakitmu," tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memberikan komitmen besar dengan mengumumkan penghapusan seluruh retribusi kesehatan di Puskesmas dan Klinik per 1 Januari 2026.
"Wali kota yang sekarang berkomitmen untuk menyelesaikan hak-hak dasar masyarakat Kota Sukabumi, dan itu sejalan juga dengan PDI Perjuangan," ujar Ayep Zaki.
Di sisi medis, operasional klinik ini dipercayakan kepada dr. Runtun yang menjabat sebagai direktur. Peresmian ditutup dengan peninjauan fasilitas ruang rawat inap yang menyediakan 20 tempat tidur, menjadi simbol bahwa api kemanusiaan di Sukabumi kini telah menyala kembali untuk melayani rakyat selama-lamanya.










