Tragis! Pelajar SMK di Tegal Tewas Terseret Banjir, Jasad Ditemukan 20 Km

Tragis! Pelajar SMK di Tegal Tewas Terseret Banjir, Jasad Ditemukan 20 Km

Nasional | inews | Kamis, 5 Februari 2026 - 15:53
share

TEGAL, iNews.id – Seorang pelajar SMK di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah., ditemukan tewas setelah hanyut terseret arus banjir di Jalan Raya Bojong, Kabupaten Tegal, Kamis (5/2/2026). 

Jasad Ajun Arman Permadi ditemukan tim SAR gabungan mengapung di aliran Sungai Gung, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, atau berjarak sekitar 20 kilometer dari titik awal korban hanyut di Jalan Raya Bojong.

Peristiwa memilukan ini terekam dalam video amatir warga. Saat itu, hujan deras mengguyur wilayah Bojong hingga membuat badan jalan raya Bojong-Guci berubah menjadi aliran sungai dengan arus yang sangat deras, Rabu (4/2/206) sore. 

Berdasarkan keterangan saksi mata, Ajun yang merupakan siswa SMK Al Yaman Lebaksiu ini sebenarnya berniat melakukan aksi mulia. Ia mencoba menolong pengendara sepeda motor lain yang nekat menerobos banjir dan terjebak arus. Namun nahas, Ajun justru kehilangan keseimbangan, terjatuh, dan langsung terseret arus banjir yang kuat bersama sepeda motornya.

"Korban hanyut saat berusaha menolong pengendara lain yang menerobos banjir. Sepeda motornya ditemukan tidak jauh dari lokasi, tapi korban terseret jauh," ujar Wahyudi, seorang warga setempat.

Pencarian intensif dilakukan oleh Tim SAR Gabungan sejak Rabu sore hingga Kamis dini hari, namun sempat terkendala cuaca dan gelapnya medan. Jasad Ajun baru ditemukan keesokan harinya setelah terbawa arus hingga ke wilayah Kecamatan Lebaksiu.

Petugas langsung mengevakuasi jenazah warga Desa Kreman, Kecamatan Warureja tersebut untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna dimakamkan.

Warga sekitar mengeluhkan kondisi Jalan Raya Bojong yang kerap berubah menjadi aliran air berbahaya setiap kali hujan deras turun. Hal ini diduga akibat buruknya sistem drainase di sepanjang jalur wisata tersebut.

Penyebab utama banyaknya saluran drainase yang mampet dan tidak mampu menampung debit air dari dataran tinggi.

Selain itu, kondisi jalan yang menanjak membuat arus banjir meluncur kencang dari arah atas (Gunung Slamet) dan memenuhi badan jalan hingga membahayakan pengendara.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan infrastruktur drainase agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Topik Menarik