Viral! Siswi SMA di Bengkulu Dikeroyok Kakak Kelas, Guru Kewalahan Melerai
BENGKULU, iNews.id - Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan aksi brutal yang terjadi di SMA Negeri 1 Kota Bengkulu. Seorang siswi kelas X menjadi korban pengeroyokan sejumlah kakak kelasnya di halaman sekolah saat jam pelajaran berlangsung.
Ironisnya, tindak penganiayaan tersebut disaksikan oleh siswa-siswi lain, bahkan seorang guru yang berusaha kewalahan melerai dan tidak digubris oleh para pelaku.
Akibat kejadian itu, korban sempat pingsan dan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena luka-luka. Video pengeroyokan ini kemudian viral di media sosial dan mengundang keprihatinan dari berbagai pihak.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Rabu (4/2/2026) siang berawal dari persoalan pertemanan di lingkungan sekolah yang berlanjut ke media sosial.
Korban mengunggah foto kebersamaan dengan teman-temannya di Instagram, lalu mendapat komentar bernada ejekan dari kakak kelas. Balasan korban yang dimaksudkan bercanda justru memicu adu argumen melalui pesan langsung (DM).
Setelah cekcok di media sosial, para pelaku sempat mengajak korban bertemu di luar sekolah, namun ditolak. Hingga akhirnya korban diminta menemui mereka di depan ruang kelas, yang berujung pada aksi pengeroyokan.
Pihak sekolah menyatakan permasalahan antara korban dan pelaku telah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan damai.
"Kami telah memanggil kedua belah pihak dan alhamdulillah telah dilakukan surat penjanjian perdamaian. Salah satunya pihak keluarga bersedia melakukan pengobatan sampai terduga korban sembuh sampai pulih," ujar Syahroni kepala sekolah.
Namun keluarga korban menegaskan bahwa anak mereka mengalami trauma mendalam. "Saya mohon perlindungan, anak saya tidak mau ketemu sama kakak-kakaknya, apalagi teman-temannya," kata Mayuniar, ibu korban.
Mereka berharap pihak sekolah dan instansi terkait dapat memberikan perlindungan maksimal agar kejadian serupa tidak terulang, serta memastikan lingkungan sekolah tetap menjadi ruang aman bagi seluruh peserta didik.









