Pandji Pragiwaksono Siap Berdialog Terkait Penyelesaian Kasus Dugaan Penistaan Agama

Pandji Pragiwaksono Siap Berdialog Terkait Penyelesaian Kasus Dugaan Penistaan Agama

Nasional | sindonews | Jum'at, 6 Februari 2026 - 22:34
share

Komika Pandji Pragiwaksono mengaku siap jika diajak untuk berdialog dengan para Pelapor kasus dugaan penistaan agama dalam program Mens Rea. Pasalnya, sangkaan itu terjadi karena adanya sebuah kesalahpahaman atas makna yang disampaikan dalam pernyataannya itu.

"Saya selalu membuka ruang untuk dialog dan secara historikal juga ada terlalu banyak bukti menunjukkan dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya, saya selalu bersedia untuk dialog. Bahkan, saya sama Haris (pengacaranya, Haris Azhar) berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya, selalu terbuka kok," ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Menurut Pandji, dalam klarifikasi tersebut, polisi sempat menyampaikan tentang orang yang melaporkannya ke polisi. Begitu juga dua orang pembuka program Mens Rea itu yang telah dimintai keterangannya oleh polisi.

Lihat video: Mengungkap Kasus Dugaan Penistaan Agama di Panggung “Mens Rea”, Pandji Diperiksa Polisi

Ke depan, Pandji mengaku belum tahu apakah bakal menyambangi sejumlah ulama ataukah bagaimana untuk berdialog tentang persoalan yang dihadapinya itu. Pasalnya, sebelumnya dia juga sempat berkunjung dan berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang persoalannya itu.

Baca juga: Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Dicecar 63 Pertanyaan soal Dugaan Penistaan Agama"Belum ada rencana, mungkin nanti diskusi sama Haris kira-kira mesti datang ke mana, intinya ketika ada kesempatan untuk membuka ruang dialog, untuk menciptakan kejelasan, saya akan ambil," tuturnya.

Pandji merasa tidak melakukan dugaan penistaan agama sebagaimana yang dituduhkan para Pelapor padanya. Namun, persoalan yang dihadapinya itu diyakini tidak bakal memengaruhi para Stand Up Komedi lainnya, khususnya dia yang juga tak bakal khawatir untuk terus berkarya ke depannya.

"Rasanya tidak, karena teman-teman stand-up comedian persis seperti saya posisinya, kami ketika naik panggung itu sebuah pertunjukan, sesuatu yang dikonsep membuat orang tertawa. Tentu ada saja kemungkinan kesalahpahaman, tapi kami bersiap atau menyiapkan diri untuk dialog. Jadi nggak ada alasan khawatir karena memang dari awal semuanya, termasuk saya niatnya menghibur masyarakat Indonesia, sesuatu yang saya rasa sangat dibutuhkan sekarang ini," katanya.

Topik Menarik