Presiden Heran Ada Profesor Hina dan Tuding Hamburkan Uang Negara demi MBG

Presiden Heran Ada Profesor Hina dan Tuding Hamburkan Uang Negara demi MBG

Nasional | sindonews | Jum'at, 13 Februari 2026 - 14:45
share

Presiden Prabowo Subianto menyinggung pihak-pihak yang selalu menjelekkan program andalannya yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejak awal diperkenalkan hingga hari ini, program MBG tak henti mengundang kritikan.

Prabowo mengaku heran, ada profesor mengejeknya dan menudingnya menghamburkan uang negara demi program MBG. Namun, Prabowo tidak menyebutkan nama profesor yang dimaksud.

Baca juga: Prabowo ke Pihak yang Ganggu Indonesia: Dear Friends Indonesian Are Not Stupid

“Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang,” ungkap Prabowo saat peresmian SPPG Polri di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Prabowo menilai, tuduhan menghamburkan uang negara sebagai bentuk kampanye yang ingin menjatuhkannya. Kepala Negara membantah segala tuduhan itu.

“Padahal saudara-saudara, uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran,” tegas Prabowo.

Baca juga: Penonaktifan Kepesertaan PBI BPJS dan Ujian Manajemen Transisi Kebijakan

Presiden mengatakan, uang negara hasil efisiensi dimanfaatkan untuk menjalankan program MBG. Menurutnya, langkah itu sebagai bagian dari strategi mencegah kebocoran anggaran.

“Kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi. Akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi. Budaya menghabiskan anggaran, budaya menggelembungkan anggaran,” jelasnya.Atas dasar itu, Prabowo semakin yakin menjalankan program andalannya tersebut. Menurutnya, program itu penting untuk anak-anak Indonesia.

“Tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik,” katanya.

Prabowo juga mencurahkan isi hatinya. Dia mengklaim melakukan semua demi rakyat Indonesia. “Saya siap mati untuk Republik. Saya sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan membangun Republik Indonesia.”

Prabowo sadar banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan MBG. Terutama anak-anak Indonesia yang selama ini kekurangan gizi atau stunting. Dia juga bicara kondisi anak Indonesia yang mengalami stunting.

Kurang gizi ini mengakibatkan sel-sel tidak bisa berkembang dengan baik. Sel otak tidak bisa berkembang dengan baik, sel tulang tidak bisa berkembang dengan baik, sel otot tidak bisa berkembang dengan baik.

Oleh karena itu, kata Prabowo, harus ada intervensi langsung pemerintah pusat untuk mengatasinya. Prabowo belajar terkait program MBG dari bangsa lain sebagai jalan keluar untuk mengatasi masalah stunting.

“Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah, langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil, dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia,” tegasnya.

Topik Menarik