Buka Muswil Kalbar, Mardiono Tegaskan Grassroot Masih Solid dan Optimistis Kembali ke Senayan 2029

Buka Muswil Kalbar, Mardiono Tegaskan Grassroot Masih Solid dan Optimistis Kembali ke Senayan 2029

Nasional | sindonews | Sabtu, 28 Februari 2026 - 01:14
share

Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PPP Kalimantan Barat (Kalbar) di Pontianak, Jumat (27/2/2026). Muswil merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi nasional partai menjelang tahapan verifikasi dan persiapan Pemilu 2029.

“InsyaAllah, dalam waktu dekat konsolidasi nasional selesai. Ini menjadi langkah awal menyongsong verifikasi yang akan dilaksanakan pada awal 2027,” ujar Mardiono kepada awak media.

Baca juga: Tahapan Pemilu 2029 Dimulai Tahun Depan, DPR Targetkan RUU Pilkada Rampung 2026

Mardiono juga menyampaikan bahwa PPP tengah mempercepat pembentukan agen-agen politik hingga tingkat kelurahan, yang ditargetkan sudah terbentuk penuh satu tahun sebelum Pemilu 2029. Dengan struktur yang solid hingga akar rumput, PPP optimistis dapat bergerak lebih efektif dalam pemenangan.

Mardiono menekankan, kekuatan PPP di tingkat basis masih terjaga. Walaupun pada Pemilu 2024 lalu PPP menghadapi dinamika politik nasional yang berat, perolehan suara partai tetap menunjukkan bahwa basis dukungan di tingkat grassroot masih utuh.

“Alhamdulillah, ini mencerminkan bahwa kekuatan kita di grassroot masih solid,” tegasnya. Lebih lanjut, Mardiono menegaskan pentingnya penyamaan misi perjuangan antara struktur partai di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, agar langkah politik PPP berjalan searah dan saling menguatkan.

Baca juga: Pengamat Prediksi Dinamika Politik di Tanah Air Bakal Memanas pada 2027-2028

Menurutnya, perjuangan politik PPP bukan semata mengejar kekuasaan, tetapi bertujuan memperjuangkan kemaslahatan umat dan rakyat. Dalam konteks hubungan politik nasional, Mardiono kembali menegaskan posisi historis PPP yang selalu bersama pemerintah sebagai bagian dari ikhtiar membangun bangsa.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara agar setiap kebijakan negara tetap berada dalam koridor nilai-nilai kebijaksanaan. “Kalimantan Barat akan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam konsolidasi regional, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar kita bisa memperoleh mandat rakyat secara maksimal,” pungkasnya.

Topik Menarik