Sempat Dibatalkan, Muswil DPW PPP Sulteng Tetap Digelar di Warung

Sempat Dibatalkan, Muswil DPW PPP Sulteng Tetap Digelar di Warung

Nasional | sindonews | Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:13
share

Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tengah (Sulteng) semakin dinamis. Hal tersebut dipicu pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Sulawesi Tengah yang dianggap menyalahi aturan partai oleh mayoritas DPC PPP se-Sulawesi Tengah.

Muswil yang semula akan dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026 di Golden Hotel Palu batal dilaksanakan lantaran di tolak oleh mayoritas DPC PPP se-Sulawesi Tengah bersama pengurus DPW PPP Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Fairus Husein Maskati.

Sempat terjadi keributan, PPP Sulawesi Tengah akhirnya melakukan musyawarah internal dan menyepakati muswil ditunda hingga April 2026 setelah Hari Raya Idulfitri. Kesepakatan tersebut di tandatangani secara bersama oleh Ketua DPW Fairus Husein Maskati, Sekretaris DPW Iman Sudirman dan Wakil Ketua DPW PPP Sulawesi Tengah Syarif Latadano beserta 11 DPC se-Sulawesi Tengah antara lain DPC Toli-Toli, Poso, Sigi, Donggala, Parigi, Kota Palu, Buol, Banggai Raya dan Tojo Una-Una.

Baca juga: Muswil PPP Sumut Digelar di Balige Toba, Konsolidasi Menuju Kebangkitan Partai

Namun di lain pihak, Bendahara Umum DPP PPP Imam Fauzan Amir Uskara tetap memaksakan agar muswil tetap dilaksanakan dengan mengajak 5 DPC menggelar muswil di sebuah warung Pecel Lele di daerah perkampungan Kabupaten Sigi. Sikap tersebut sangat disayangkan Sekretaris DPW PPP Sulawesi Tengah Imam Sudirman lantaran memaksakan muswil yang sebelumnya sudah disepakati agar ditunda. Tindakan tersebut justru dapat menjatuhkan nama baik partai. Terlebih muswil dilaksanakan di Warung.

Lihat video: Dualisme PPP Berakhir, Mardiono Jadi Ketum dan Agus Suparmanto Waketum

“Kami sangat menyayangkan sikap arogansi dari oknum DPP tersebut, padahal kami bersama seluru DPC PPP se-Sulawesi Tengah sudah bersepakat untuk menunda Muswil setelah Idulfitri, agar muswil bisa dilaksanakan dengan persiapan yang lebih matang. Kami juga menyesalkan kenapa masih ada pihak ingin mempermalukan partai dengan memaksakan muswil di warung pecel lele? Itu bisa menjatuhkan marwah partai,” tegasnya.

Senada, Ketua DPC PPP Tojo Una-Una Fahmi Al Amri menyesalkan sikap yang ditunjukkan Bendahara Umum PPP tersebut. Apalagi muswil hanya dihadiri oleh 5 DPC, dari 13 DPC se-Sulawesi Tengah. Dengan demikian muswil makin tidak sah karena tidak Quorum

“Kami sangat menyesalkan sikap sebagian kelompok yang tetap memaksakan kehendak, padahal kami DPC se Sulawesi Tengah sudah sepakat untuk tunda muswil. Tolong jangan permalukan partai ini dengan muswil yang asal-asalan. Apalagi ditempatkan di warung,” ucapnya.

Topik Menarik