Sikapi Perang AS-Israel dengan Iran, Kemenhaj Siapkan Skenario Haji 2026
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengakui telah menyiapkan sejumlah skenario terkait pelaksanaan ibadah haji 2026. Skenario ini dipersiapkan menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Hal ini sekaligus merespons pernyataan Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang yang meminta Kemenhaj untuk segera menyiapkan skenario terburuk untuk Haji 2026, jika perang terbuka antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, berlangsung panjang. "Berbagai skenario sedang kami persiapkan," kata Dahnil, Sabtu (7/3/2026).
Kendati demikian, Dahnil tak mengungkap skenario apa saja yang dipersiapkan oleh Kemenhaj. Di samping skenario, pihaknya juga akan membangun komunikasi dengan pihak Saudi Arabia sesegara mungkin untuk mendapatkan informasi terkait pelaksanaan ibadah haji 2026. "Termasuk pembicaraan dengan pihak Saudi Arabia (sedang disiapkan)," ujarnya.
Baca juga: Isi Lengkap Telegram Jenderal Agus Subiyanto Perintahkan TNI Siaga 1, Ada Apa?
Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang meminta pemerintah menyiapkan skenario terburuk terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Diketahui, konflik di kawasan Timur Tengah tengah memanas saat Amerika Serikat (AS)-Israel menyerang Iran.
Salah satu skenario yang perlu dipersiapkan adalah kemungkinan tidak memberangkatkan jemaah.
Lihat video: Perang Iran vs AS-Israel Berdampak! Jemaah Umrah RI Tertahan Sejak 4 Maret
"Kita ingin pemerintah mengambil langkah-langkah. Langkah-langkah yang diambil itu mungkin berbagai alternatif. Kalau dari sisi paling aman, tidak memberangkatkan haji karena eskalasinya tidak bisa diprediksi. Tetapi itu dari sisi psikologis beragama, itu mungkin agak berat," kata Marwan di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).








